oleh

1 September nanti, Google Bersihkan Aplikasi Kencan di Play Store

MataMataDot.com || Surabaya – Pembaruan kebijakan platform Google mulai 1 September mendatang, secara resmi mengumumkan akan membersihkan Aplikasi Kencan di Play Store.

Kebijakan platform Google baru tersebut menindaklanjuti laporan dari Android Police. Dalam laporan itu, melarang aplikasi yang berkaitan dengan hubungan seksual yang dikompensasikan.

“Secara resmi 1 September, Perubahan lain yang datang ke platform termasuk tindakan keras baru pada akun pengembang yang tidak aktif.” kata Google .

Imbas dari kebijakan platform baru Google tersebut, kemungkinan beberapa Aplikasi yang mengandung unsur kencan otomatis akan terhapus di Play Store. Misalnya, Aplikasi yang ramai dalam perbincangan seperti Aplikasi “Sugar Daddy“, “Sugar Baby“, dan “Sugarbook“.

Aplikasi Kencan Sugarbook di Play Store

Aplikasi Kencan “Sugarbook” di Play Store merupakan aplikasi yang mempertemukan orang-orang yang lebih tua dan kaya “Sugar Daddy” dengan seseorang yang lebih mudah “Sugar Baby”.

Hubungan kencan yang melibatkan orang yang lebih tua dan kaya memberikan tawaran sejumlah kompensasi kepada pasangan yang lebih mudah. Tawaran kompensasi pun variatif bisa berupa uang, hadiah atau dukungan materi kepada pasangan.

Google pun menafsirkan dan mendefinisikan itu sebagai tindakan seksual dengan imbalan kompensasi. Sehingga, dalam Kebijakan terbaru Google Play Store melarang penggunaan aplikasi kencana itu turut serta dalam mempromosikan dan memfasilitasi prostitusi.

Selain itu, bukan hanya aplikasi kencan yang masih aktif di Play Store. Kebijakan baru Google pun menyasar kepada Aplikasi kencan yang tidak aktif selama setahun.

Google Umumkam Sejumlah Pembaruan Kebijakan

Sebelumnya, Google bukan hanya mengumumkan pembaruan kebijakan. Namun, juga menawarkan informasi lebih lanjut tentang perubahan terkait spam Play Store dan menyisih dari penggunaan ID iklan .

Ini memperbarui listingan toko dan kebijakan promosinya pada 29 September untuk melarang “teks spam dan gambar dalam judul aplikasi, ikon, dan nama pengembang” dan kebijakan iklannya sedang diperbarui untuk mencerminkan perubahan ID iklan pada 4 Oktober.

Google mengambil tindakan pelarangan konten yang berbahaya atau tidak pantas ini, untuk memastikan bahwa Google Play Store tetap menjadi platform yang aman. Ini tentu menyelaraskan kebijakan Google dan norma industri lainnya.

Tindakan pengahapusa ini agar bisa mengatur ulang sistem periklanan sesuai dengan keinginan pengiklan. Perusahaan juga ingin memberantas teks dan gambar spam yang tidak penting pada aplikasi toko mereka. [Dot]

Komentar

Berita Terkait