11 Aplikasi Azan dan Sholat Curi Data Pengguna

11 Aplikasi Azan dan Sholat Curi Data Pengguna – AppCensus, organisasi yang sering mengaudit aplikasi seluler untuk privasi dan keamanan pengguna, merilis daftar 11 aplikasi mobile mengandung malware yang bisa mencuri data pengguna.

Data para pengguna tersebut berpotensi disalahgunakan secara signifikan akibat dari keamanan server atau database yang buruk.

Aplikasi tersebut mencuri data melalui pengembangan perangkat lunak (SDK) pihak ketiga yang mencakup kemampuan untuk menangkap konten clipboard, data GPS, alamat email, nomor telepon, dan bahkan alamat MAC router modem pengguna dan SSID jaringan.

Dari daftar 11 aplikasi tersebut, empat di antaranya merupakan aplikasi yang dibuat untuk pengguna umat Muslim sebagai penunjang ibadah, seperti aplikasi penunjuk arah kiblat, penanda waktu shalat/adzan, dan aplikasi Al-Quran.

Daftar Aplikasi Playstore yang Mencuri Data Pribadi

  1. Speed Camera Radar telah diunggah 10 juta pengguna.
  2. Al-Moazin Lite (Prayer Times) telah diunggah 10 juta pengguna.
  3. WiFi Mouse (remote control PC) telah diunggah 10 juta pengguna.
  4. QR & Barcode Scanner telah diunggah 5 juta pengguna.
  5. Qibla Compass – Ramadan 2022 telah diunggah 5 juta pengguna.
  6. Simple Weather & Clock Widget telah diunggah 1 juta pengguna.
  7. Handcent Next SMS-Text w/MMS telah diunggah 1 juta pengguna.
  8. Smart Kit 360 telah diunggah 1 juta pengguna.
  9. Al Quran MP3 – 50 Reciters & Translation Audio telah diunggah 1 juta pengguna.
  10. Full Quran MP3 – 50+ Language & Translation Audio telah diunggah 1 juta pengguna.
  11. Audiosdroid Audio Studio DAW telah diunggah 11 juta pengguna.

Langkah Pengamanan Menurut Kominfo


Juru bicara kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dedy PermadiDedy mengimbau masyarakat untuk segera mengecek apakah 11 aplikasi tersebut telah di-install oleh pengguna atau tidak.

Bila sudah terlanjut meng-install, Dedy memberikan tiga langkah pengamanan yang dapat dilakukan pengguna, sebagai berikut:

  • Lakukan pemutakhiran (update) sistem keamanan perangkat.
  • Lakukan instalasi ulang terhadap aplikasi yang diduga memproses data pribadi secara tanpa hak, jika aplikasi telah tampil kembali di Google Play Store. Lalu, hapus fitur yang memproses data pribadi secara tanpa hak.
  • Jangan memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak berkepentingan.



Komentar