oleh

13 Atlet Indonesia Bertolak ke Olimpiade Tokyo 2020

MataMataDot.com || Jakarta – 13 Atlet Indonesia bertolak ke Jepang untuk bertanding dalam Olimpiade Tokyo 2020. Pelepasan Keberangkatan langsung oleh Chef de Mission (CdM) kontingen Olimpiade Rosan Roeslani dan Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari.

Adapun Atlet Indonesia yang mengikuti Olimpiade Tokyo 2020 ke Jepang meliputi cabang olahraga panahan, angkat besi, menembak, renang dan berselancar serta di dampingi oleh 11 pelatih dan ofisial.

Sekretaris Jenderal NOC Indonesia Ferry J Kono mengatakan, semula akan memberangkatkan 17 atlet dari total 5 Cabang Olahraga. Tapi, ada perubahan keberangkatan untuk 2 cabor, yaitu 2 dari rowing dan 2 atlet angkat besi.

“Penerbangan cabor rowing kami ubah ke Selasa. Begitu juga atlet angkat besi Deni yang nanti berangkat di dampingi coach Lukman. Perubahan di lakukan berdasarkan rekomendasi tim dokter karena mereka ada gejala flu.” Ungkap Ferry, Sabtu (17/7).

“Kami perlu mengantisipasi dengan memisahkan keberangkatan dari rombongan besar demi mementingkan unsur kesehatan dan keselamatan Tim Indonesia.” Terangnya.

Perubahan Jadwal Penerbangan Tidak Mempengaruhi Atlet

Meski jadwal penerbangan berubah, Ferry memastikan tidak memengaruhi keikutsertaan atlet-atlet Indonesia di Olimpiade. Sesuai jadwal, rowing baru bertanding pada 24 Juli dan Deni tampil pada 25 Juli.

Ferry menambahkan, Coach Lukman juga bisa mendampingi Eko Yuli Irawan karena kelas 61 kg putra bertanding di hari yang sama.

“Ada karantina tiga hari yang di terapkan pemerintah Jepang. Tidak masalah karena atlet-atlet masih memiliki waktu sampai hari pertandingan. NOC Indonesia bersama CdM concern dengan hal ini karena kami ingin memastikan semua atlet yang berangkat kondisinya bugar sehingga mereka bisa menjalani prokes di sana dengan lancar.” tambah Ferry.

Jadi rombongan yang terbang malam ini adalah 13 atlet serta 11 pelatih dan ofisial dari lima cabor yaitu panahan (4 atlet), angkat besi (4), menembak (1), renang (2), dan surfing (1+1). Keberangkatan di pimpin langsung Rosan Roeslani selaku CdM serta Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari.

“Untuk atlet di luar karantina kami, yaitu surfing langsung perangkat dari Bali, transit di Bandara Soekarno Hatta untuk bergabung dengan atlet-atlet lain dan bersama-sama berangkat dengan maskapai komersial yang sama dengan rombongan pada 21.55 menuju Tokyo.” terang Ferry.

Sedangkan cabor rowing, Deni dan Coach Lukman berangkat bersama Tim Head Quarters yang di kawal oleh tiga Komite Eksekutif Indra Gamulya, Rafiq Hakim Radinal serta Arlan Perkasa Kusuma pada 20 Juli. Sementara, cabor atletik di dampingi Sekjen NOC Indonesia berangkat di kloter terakhir pada 24 Juli.

Semua Kontingen Indonesia yang berangkat sudah di vaksinasi dan telah menjalani karantina dengan protokol kesehatan yang ketat sesuai aturan TOCOG.

CdM dan NOC Indonesia juga meningkatkan uji dengan Swab PCR Test selama tujuh hari beruntun, di mana hasil uji di hari ke-4 dan 30 jam sebelum keberangkatan wajib diserahkan ke pemerintah Jepang sebagai syarat keberangkatan.

Sebelumnya, rombongan tim bulutangkis lebih dulu berangkat ke Jepang pada Kamis (8/7). Namun, mereka lebih dulu ke Kumamoto Perfectur untuk memantapkan persiapan selama 10 hari. Rencananya, Senin (19/7) Tim Bulutangkis Indonesia baru akan bertolak ke Tokyo. [Dot]

Komentar

Berita Terkait