oleh

38 Pengungsi Gempa Majene dan Mamuju Sulbar Asal Lamongan, Tiba di Dinsos Lamongan

Penyerahan bantuan sosial dari Dinsos Lamongan kepada warga Lamongan yang terdampak Gempa Mamuju dan Majene Sulbar

matamatadot.com || Lamongan – 38 Pengungsi korban Gempa Majene dan Mamuju Sulawesi Barat asal Lamongan, tiba sekira pukul 16.15 WIB (21/1), awalnya para pengungsi tersebut bekerja di Majene dan Mamuju, sekarang terpaksa dipulangkan karena ditakutkan masih terjadi gempa bumi susulan di Kabupaten Majene dan Kota Mamuju, Sulawesi Barat.

Para Pengungsi dari Majene dan Mamuju Sulbar Asal Kabupaten Lamongan mendarat di Bandara Adi Soemarmo diangkut oleh pesawat Hercules A-1330 TNI AU, bersama 54 pengungsi asal dari Solo Raya sedangkan 48 pengungsi asal Jatim lainnya melanjutkan penerbangan ke Bandara Abdurrahman Saleh, Malang, Jawa Timur. Dari ke 48 pengungsi asal Jatim 38 diantaranya berasal dari Kabupaten Lamongan.

“Kami memang meminta untuk sementara dipulangkan ke daerah asal, karena trauma dan takut terjadi gempa susulan. Karena gempa tidak hanya sekali, tapi beberapa kali yang merenggut banyak korban jiwa dan menghancurkan banyak rumah,” Ungkap salah satu pengungsi yang tidak mau disebut namanya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Lamongan Drs. Moh Kamil, MM, mengatakan ada 14 KK dengan jumlah 38 Pengungsi asal Kabupaten Lamongan, “Ini masih kita data, Tadi Kita fasilitasi penjemputannya di Bandara Bandara Abdurrahman Saleh, Malang, Jawa Timur” ungkap Kamil.

“38 Pengungsi tersebut berasal dari Desa Ngambeng dan Padengan Ploso Kec. Pucuk, Kita sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa, Pemerintah Desa juga memfasilitasi penjemputannya juga, nanti diantar ke desa asalnya” tambahnya.

Sebagai bentuk kepedulian Dinsos Lamongan kepada warga Lamongan yang merantau di Majene dan Mamuju, diberikan bantuan sosial per KK berupa Selimut, Beras 25kg per/KK, 1 Paket berupa Masker dan PHBS.

Kemudian dalam sambutanya Kepala Dinas Sosial Lamongan Drs. Moh Kamil, MM, memberikan semangat kepada para pengungsi untuk selalu bersabar dengan ujian, di Lamongan utara juga sekarang masih banjir, Semoga keadaan cepat pulih dan beraktifitas kembali,” ujarnya.

Dua mobil elf sudah stand by di halaman depan Dinsos Lamongan, setelah dilakukan pendataan, kemudian pihak Dinsos Lamongan menyerahkan kepada masing – masing kepala desa (Ngambeng dan Padenganploso, Pucuk), diantar kembali ke kampung halaman.[mtm]

Komentar

Berita Terkait