oleh

5G Jaringan Telekomunikasi Berkualitas Sasar 4 Wilayah Strategis

matamatadot.com || Jakarta5G Jaringan Telekomunikasi Indonesia sasar 4 Wilayah Strategis. Sebentar lagi, Pemerintah akan memperluas jaringan telekomunikasi berkualitas seluler 5G ke 4 wilayah strategis. Supaya, masyarakat di wilayah tersebut bisa menggunakan secara optimal peluang-peluang yang ada melalui jaringan 5G tersebut.

Catat 4 Wilayah mana saja yang masuk dalam kategori strategis tersebut. Di antaranya wilayah yang memiliki pertumbuhan permintaan pasar, wilayah destinasi prioritas, lokasi industri manufaktur, dan Ibu Kota Negara Baru.

5G Jaringan Akan Perluas Jangkauan

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate, mengungkapkan sebentar lagi 5G Jaringan Telekomunikasi akan memperluas jangkauan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Jaringan 5G masuk ke wilayah strategis meliputi destinasi prioritas Danau Toba di Sumatera Utara. Lalu, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di NTB, Labuan Bajo di NTT, Likupang di Sulawesi Utara, dan wilayah lainnya pada 2024

“Dalam waktu yang tidak terlalu lama akan memperluas Jaringan 5G masuk ke wilayah strategis meliputi destinasi prioritas Danau Toba di Sumatera Utara. Lalu, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di NTB, Labuan Bajo di NTT, Likupang di Sulawesi Utara, dan wilayah lainnya pada 2024.” Ungkap Menkominfo Johnny Gerard Plate melalui Konferensi Pers secara virtual pada Senin (14/6/2021).

Jaringan 5G Telekomunikasi Berkualitas

Menurut Menkominfo, munculnya 5G telekomunikasi berkualitas di wilayah tersebut. Pemerintah akan memberikan layanan yang mendukung berbagai kegiatan produktif masyarakat. Sehingga, masyarakat di sana dapat memanfaatkan teknologi seperti Artificial Intelegence (AI), Internet of Things (IoT), dan Big data.

“Dapat memberikan layanan untuk mendukung industri di masa depan,” Tambahnya.

Dengan adanya hal tersebut, pemerintah telah alokasikan frekuensi yang bisa di jadikan sebagai basic connectivity, mobile broadband speed, dan superdata layer. Posisinya terletak pada spektrum frekuensi 26, 28 dan 39 Ghz, termasuk untuk layanan fix broadband.

Dengan maksud bisa memperluas jaringan berkualitas di atas ke berbagai wilayah. “Ini merupakan target dari teknologi generasi ke-5, sehingga pemerintah yang telah selesai memberikan beberapa alokasi frekuensi.” tuturnya.

Kemudian, dengan adanya penggunaan alokasi tersebut. Lanjut Johnny, para operator seluler dapat menerapkan kebijakan netral. Artinya, adalah operator seluler tidak terikat dengan jenis teknologi tertentu. Sehingga, mempunyai peluang untuk memilih teknologi netral yang cocok dengan pertimbangan bisnis dan kondisi perusahaan telekomunikasi tersebut.

“Teknologi netral yang cocok dengan pertimbangan bisnis dan keadaan di lingkungan masing-masing.” Tuturnya.

Pada waktu bersamaan, pihaknya tengah melakukan pemerataan telekomunikasi berkualitas seluler 5G di seluruh wilayah dalam negeri. Dan Kominfo secara masif membangun infrastruktur telekomunikasi mulai dari Base Transceiver Station (BTS), jaringan fiber optik, hingga satelit dalam beberapa tahun ke depan

Selesainya pembangunan itu, akan membuat seluruh wilayah dapat menikmati jaringan berkualitas 5G. Sehingga, setiap masyarakat di manapun bisa mengakses ruang digital untuk berbagai kegiatan produktif.

“Semoga kita bisa semakin mewujudkan akses telekomunikasi yang lebih berkeadilan yang menjembatani kesenjangan digital divide.” Pungkasnya. [Dot]

Komentar

Berita Terkait