oleh

Akun Facebook Palsu Catut Bupati Lamongan, Tawarkan Pinjaman Dana

matamatadot.com || LamonganAkun Facebook Palsu Catut Bupati Lamongan, Tawarkan Pinjaman Dana. Sebuah akun Facebook memakai nama Yuhronur Efendi mengaku sebagai Bupati Lamongan menulis dalam postingannya menawarkan bantuan yang ingin meminjam dana.

ASSALAMUALAIKUM, Wr Wb, sayaa dari bupati lamongan , akan memberikan bantuan kepada orang yang ingin meminjam dana, dan insyallah sayaa akan memudahkan, nya, hanya untuk orang yang, membutuhkan sajaa,, info selanjutnya WA/089628419114,” tulis akun Facebook tersebut, Rabu (19/5/2021).

Dan Akun Facebook tersebut juga menuliskan nomor WhatsApp bagi yang ingin menghubungi bersangkutan ke nomor WA/089628419114.

Akun Facebook Palsu Catut Bupati Lamongan

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memastikan bahwa itu akun Facebook palsu yang memakai foto dan namanya. Itu bukan akun miliknya. Karena, saat ini dia sudah menonaktifkan semua akun media sosialnya, termasuk akun Facebook.

Hasil konfirmasi ternyata itu akun Facebook palsu catut nama Bupati. “Itu bukan akun saya. Jadi saya pastikan bahwa akun serta postingan itu HOAKS alias tidak benar,” jawab Yuhronur.

Kemudian, Bupati Yuhronur meminta agar seluruh masyarakat Lamongan, sahabat, relasi dan semua pihak yang memiliki akun media sosial untuk tidak merespon akun Facebook tersebut yang sudah mencatut nama dan fotonya tersebut.

Akun WhatsApp Palsu

Ternyata ini bukan pertama kalinya, mengutip dari Kominfo.go.id. Sebelumnya, pada (19/4/2021) juga beredar sebuah akun WhatsApp palsu, yang seolah-olah milik Bupati Lamongan,  Yuhronur Efendi dengan nomor +62838-4743-4678. Akun tersebut menggunakan foto profil Yuhronur sedang mengenakan pakaian dinas dan melakukan komunikasi dengan pengguna WhatsApp untuk meminta uang senilai 10 juta rupiah. 

Faktanya, melalui Facebook pribadinya, Yuhronur mengklarifikasi bahwa akun tersebut bukan miliknya atau akun palsu. Ia juga mengimbau kepada masyarakat Lamongan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan yang mengatasnamakan dirinya. [Dot]

Komentar

Berita Terkait