Antisipasi Musim Kemarau Tahun 2021, Polda Kalsel Pakai Aplikasi ASAP

matamatadot.com || Kalimantan Selatan – Prakiraan Musim Kemarau Tahun 2021 pada 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah di prakirakan mengalami Awal Musim Kemarau 2021 pada kisaran bulan Mei dan Juni 2021 sebanyak 198 ZOM atau 57,9% dari 342 ZOM.

Puncak Musim Kemarau 2021 di sebagian besar wilayah Zona Musim (ZOM) di prakirakan terjadi pada bulan Agustus 2021 sebanyak 230 ZOM (67,3%). dilansir dari bmkg.go.id

Antisipasi Musim Kemarau Tahun 2021

Dalam rangka mengantisipasi musim kemarau Tahun 2021 guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Polda Kalsel melakukan kerjasama dengan PT Telkom Indonesia Tbk Witel Kalsel dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalsel.

Kerjasama tersebut di tandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Aplikasi Sistem Analisa Pengendalian Karhutla Secara Digital (ASAP DIGITAL) yang di pimpin langsung oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum., Selasa (4/5/2021) pukul 10.00 Wita.

Kegiatan tersebut berlangsung di Rupatama Polda Kalsel dengan dihadiri Wakapolda Kalsel Brigen Pol Mohamad Agung Budijono, S.I.K., M.Si., Auditor Itwasda Polda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel,  General Manager PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk cq. Witel Kalsel Arief Yulianto, Ketua GAPKI Kalsel Eddy Sapta Binti, para Pimpinan Perusahaan dan Pengusaha Kelapa Sawit.

Aplikasi ASAP Digital

Kapolda Kalsel Irjen Pol Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum. mengatakan Aplikasi ASAP DIGITAL mampu memantau dan memonitor kondisi terkini di jumlah kawasan rawan Karhutla selam 24 Jam yang terkoneksi dengan sistem jaringan yang di back up PT Telkom Indonesia.

Selain itu, Aplikasi ini juga memuat berbagai macam informasi terkini (Real Time). Seperti Data Visual (CCTV), Kondisi udara, Hostpot. Serta data perkiraan cuaca yang tentunya bermanfaat dalam pencegahan Karhutla.

Menurutnya, hal ini sangat bagus guna percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan agar tidak terjadi di wilayah Kalimantan Selatan.

Sementara itu kepada Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalsel, Kapolda berharap dapat menjaga lingkungan perusahaan agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan. Apabila terjadi hotspot / kebakaran, pihak perusahaan bisa mengambil tindakan cepat, bilamana tidak mampu maka jangan segan untuk meminta bantuan.

Agar Karhutla tidak terjadi di Kalimantan Selatan, Polda Kalsel pun melibatkan Pemerintah Daerah, TNI, BPBD, Basarnas, dan masyarakat peduli api.

Kapolda menuturkan bahwa aplikasi ini telah di gunakan secara nasional. Dan Kalimantan Selatan adalah salah satu daerah yang juga turut menggunakan aplikasi yang merupakan salah satu bentuk implementasi program prioritas Kapolri. Yaitu, Perubahan Teknologi Kepolisian Modern di Era 4.0.

Dia pun berharap, hubungan baik yang telah terjalin ini dapat terus berjalan. Dan menjadikan pedoman bagi seluruh pihak untuk dapat terus bekerjasama, berkoordinasi. Serta berkolaborasi dalam penanggulangan Karhutla di Provinsi Kalimantan Selatan. (*)

Komentar