oleh

AS Tuduh Cina Dalangi Serangan Siber Microsoft Exchange

MataMataDot.com || SurabayaAmerika Serikat dan sekutu utamanya menuduh pemerintah Cina untuk pertama kalinya mempekerjakan sekelompok peretas untuk melakukan serangan siber Microsoft Exchange di Barat. Kembali mengkaitkan Cina, adanya serangan kepada Microsoft Exchange.

Terjadi pelanggaran signifikan dan meluas yang memberi penyerang akses ke server email dari sekitar 30.000 organisasi di AS saja.

Melansir dari The Verge, AS dan sekutunya menuduh yang melakukan serangan kepada Microsoft Exchange adalah kelompok peretas Hafnium. Menyebutkan bahwa Negara Cina telah mensponsori sebuah kelompok peretasan.

Tuduhan Kepada Cina Telah Membayar Peretas Exchange

Seorang pejabat senior di Gedung Putih mengatakan kepada media dalam sebuah briefing di akhir pekan bahwa pemerintah AS memiliki “keyakinan tinggi” bahwa pemerintah China membayar untuk meretas Exchange.

“MSS [China] — Kementerian Keamanan Negara — menggunakan peretas kontrak kriminal untuk melakukan operasi dunia maya tanpa izin secara global, termasuk untuk keuntungan pribadi mereka sendiri.” kata pejabat itu.

“Operasi mereka termasuk kegiatan kriminal, seperti pemerasan yang diaktifkan dunia maya, pembajakan kripto dan pencurian dari korban di seluruh dunia untuk keuntungan finansial.” Imbuhnya.

Tuduhan terhadap China oleh AS, Uni Eropa, Inggris, Australia, Kanada, Selandia Baru, Jepang, dan NATO.

Dalam sebuah konferensi pers , Uni Eropa mengatakan ini dan serangan lainnya terkait dengan kelompok peretasan yang dikenal sebagai Advanced Persistent Threat 40 dan Advanced Persistent Threat 31 (label ini digunakan oleh para profesional keamanan siber untuk melacak aktivitas organisasi yang dikenal).

Selain itu, Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC) mengatakan bahwa kelompok APT40 telah menargetkan “industri maritim dan kontraktor pertahanan angkatan laut di AS dan Eropa”. Sementara APT30 telah menyerang “entitas pemerintah, termasuk parlemen Finlandia pada tahun 2020.”

“Serangan terhadap server Microsoft Exchange adalah contoh serius lain dari tindakan jahat oleh aktor dengan sponsor negara China di dunia maya.” kata Direktur Operasi NCSC Paul Chichester dalam sebuah pernyataan pers.

“Perilaku semacam ini benar-benar tidak bisa di terima. Dan bersama mitra kami, tidak akan ragu untuk menyebutnya ketika kami melihatnya.”

Komentar

Berita Terkait