oleh

Bidik Milenial, Badan POM Launching Goes to School dan Campus

matamatadot.com || Jakarta – Obat tradisional dan kosmetika saat ini menjadi komoditi yang banyak digandrungi masyarakat luas, terutama kalangan milenial. Peningkatan kesadaran akan kesehatan di masa pandemi COVID-19, serta kenangan kepedulian akan penampilan yang menarik menjadi faktor kedua produk tersebut menjadi semakin populer. Di sisi lain, tingginya permintaan, juga permintaan oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan kesempatan dengan memproduksi atau mengaplikasikan obat tradisional dan kosmetika yang tidak memenuhi standar persyaratan keamanan, mutu, dan manfaat. Termasuk promosi obat tradisional dengan klaim dapat menyembuhkan penderita COVID-19.

Menyikapi fenomena tersebut, Badan POM terus meningkatkan pengawasan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya konsumen usia sekolah dan mahasiswa agar dapat memilih dan menggunakan produk obat tradisional, suplemen Kesehatan, dan kosmetika yang aman dan bermutu. Salah satunya melalui program Badan POM Goes to School dan Badan POM Goes to Campus yang di- launching pada hari Selasa (02/03).

BACA JUGA : Manfaat Jus Bayam untuk Kesehatan Anda

Kegiatan utama dari program tersebut adalah berupa pemberian edukasi dan informasi kepada masyarakat melalui kegiatan pemilihan Duta atau pembicara yang berasal dari generasi milenial, antara lain pelajar menengah dan mahasiswa. Tujuannya adalah untuk membentuk masyarakat cerdas dan sebagai upaya dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan Indonesia Maju

“Program Badan POM Goes to School dan Badan POM Goes to Campus merupakan upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Badan POM, khususnya bagi generasi milenial”, jelas Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito. “Hal yang mendasari adanya program ini adalah peningkatan penggunaan teknologi informasi selama masa pandemi, yang berimbas pada derasnya arus informasi, termasuk informasi yang sesuai atau hoaks terkait obat tradisional dan kosmetika. Generasi milenial menjadi sasaran utama sebagai kelompok yang rentan terpapar berita hoaks tersebut ”, papar Kepala Badan POM lagi.

BACA JUGA : Ragam Manfaat Teh Delima Untuk Kesehatan

Launching program tersebut pada hari ini bersamaan dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan secara luring dan berani bersama lintas sektor strategis, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Pramuka, dan Yayasan Putri Indonesia. Melalui FGD ini, diharapkan dapat disepakati komitmen bersama untuk semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam menyukseskan pelaksanaan program Badan POM Goes to School / Campus ini.

Dalam hal ini, Kemendikbud akan berperan dalam mendorong tiap satuan Pendidikan, baik Perguruan Tinggi maupun Pendidikan Menengah, dalam bentuk surat edaran untuk memfasilitasi program Badan POM Goes to School / Campus . Dari program tersebut, diharapkan dapat terpilih Duta Kosmetik Aman dan Duta Jamu Aman yang dapat menjadi pemberi pengaruh bagi komunitasnya di dalam memilih Obat Tradisional dan Kosmetika aman. Program ini juga dapat dimasukkan sebagai program ekstrakurikuler di bidang pemberdayaan mahasiswa dan pelajar.

Demikian pula dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, diharapkan juga dapat berpartisipasi aktif mengikutsertakan anggotanya dalam mewujudkan Duta Kosmetika dan Jamu Aman di setiap kwartir. Selain itu, interaksi Yayasan Puteri Indonesia diharapkan memberikan pengetahuan dan praktik tentang penggunaan kosmetika yang benar dan tepat, pelatihan public speaking, dan teknik komunikasi agar para Duta dapat menjadi icon yang menarik dan komunikatif.

“Peran seluruh lintas sektor sangat berarti dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Semoga dengan terselenggaranya kegiatan ini bangsa Indonesia dapat terhindar dari Obat Tradisional dan Kosmetika yang mengandung bahan yang berbahaya dan dilarang menurut ketentuan perundangan yang berlaku ”, tutup Kepala Badan POM. [mtm]

BACA JUGA : Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil, Menteri Perdagangan : Stok kedelai bulan Maret 2021 masih cukup

Sumber >>>>

Komentar

Berita Terkait