oleh

Caffe Aola Paciran Lamongan Nekat Live Musik Hingga Berujung Tawuran

matamatadot.com || Lamongan – Caffe Aola Paciran Lamongan nekat Live Musik di massa Pandemi Covid 19, hingga berujung tawuran. Keributan tersebut terjadi pada Sabtu (12/6/2021) malam hari.

Video tawuran Caffe Aola yang berlokasi di Desa Kandangsemangkon Kecamatan Paciran Lamongan tersebut sempat viral di media sosial. Nampak, sekumpulan muda mudi sedang menikmati acara Live Musik. Secara tiba-tiba ada seorang pemuda saling melempar kursi, hingga terjadi keributan besar.

Polisi Amankan 2 Pemuda

Oleh sebab itu, pihak Polisi mengamankan 2 pemuda yang membuat keributan di Caffe Aola Paciran Lamongan. Pelaku bernama M. Zainul Ulwan dan Nurrudin. Keduannya merupakan warga asal Desa Lohgung Kecamatan Brondong Lamongan.

Selain membuat keributan, 2 pemuda tersebut juga sempat cekcok dengan pihak manajemen hingga melakukan pengerusakan pada sejumlah barang dan properti yang terdapat di Caffe Aola.

“Mestinya ada beberapa orang, tapi kita mengamakan 2 orang yang melakukan pengerusakan secara berlebihan. Kerusakan kita cukup parah, ada kursi-kursi, gelas, dan barang lainnya banyak yang pecah dan rusak semua,” ungkap Pradita Aditya, Owner Kafe Aola, Minggu (13/6/2021).

Peristiwa yang terjadi itu bermula saat pelaku bersama rekan-rekannya dari Desa Lohgung datang untuk nongkrong di Caffe Aola.

Kondisi Mabuk Pelaku Datangi Live Musik di Caffe Aola

Setibanya di Caffe, Pelaku yang dalam kondisi mabuk itu memaksa untuk tampil bernyanyi hingga tingkahnya mengganggu para pengunjung lainnya.

“Awalnya mereka datang kondisi mabuk, sebab miras jenis tuak yang mereka bawa sendiri. Kebetulan juga ada live musik di caffe, lalu sekelompok pemuda itu ingin menyumbangkan lagu Dangdut, tapi karena musisi alirannya Jazz, jadi tidak bisa, akhirnya mereka maksa bernyanyi dengan gitar sendiri. ngawur dalam kondisi mabuk.” Terangnya

Mengetahui kondisi Kafe tidak kondusif, pihak manajemen lalu menegur para pemuda tersebut untuk tidak melanjutkan bernyanyi.

“Tapi mereka malah enggak terima dan ngamuk, serta melakukan pengerusakan terhadap kafe dan menyerang penjaga hingga alami luka-luka.” Sambung Adit.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 Wib, lalu pihak manajemen melaporkannya pada pukul 21.30 Wib ke pihak kepolisian setempat.

Usut punya usut ternyata pihak Kepolisian sendiri tidak pernah mengeluarkan ijin Live Musik khususnya pada masa Pandemi Covid 19. [Dot]

Komentar

Berita Terkait