oleh

Cara Mengetahui Penipuan Berkedok Pinjaman Online

Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) membagikan cara mudah masyarakat mengetahui penipuan berkedok pinjaman online (pinjol) yang akhir-akhir ini semakin merebak di kalangan masyarakat.

Ketua Aftech Pandu Sjahrir menyatakan bahwa pihaknya telah meluncurkan situs yang bisa digunakan untuk mengecek status pinjol. Situs tersebut bisa di KLIK DI SINI cekfintech.id.

Melalui situs ini, masyarakat bisa mengetahui fintech dengan status tercatat/terdaftar/berizin dari regulator (BI/OJK/Kemen Kominfo).

Selain itu, masyarakat juga bisa mengecek rekening, apakah rekening tersebut pernah dilaporkan terkait tindak penipuan atau tidak.

“Website ini diharapkan dapat menjadi one-stop-shop bagi masyarakat yang ingin mencari tahu informasi lebih lanjut sebelum menggunakan fintech,” kata Pandu saat pembukaan rangkaian acara Bulan Fintech Nasional di Jakarta, Kamis (11/11).

Pandu menyampaikan produk hasil kolaborasi dengan regulator tersebut memungkinkan masyarakat untuk mengetahui legal atau resmi tidaknya suatu aplikasi fintech.

Mereka bisa melakukan pengecekan rekening sebelum bertransaksi dengan fintech, serta memperoleh informasi edukasi literasi keuangan digital. Peluncuran cekfintech.id itu akan diikuti dengan program kerja.

Pelaku fintech akan memperkuat implementasi dari kode etik, mengembangkan, dan membangun infrastruktur penunjang dalam industri (seperti fraud database), mendorong peningkatan kualitas penyelesaian keluhan konsumen, serta meningkatkan edukasi dan literasi.

“Semuanya berlandaskan kolaborasi dan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan dan mitra-mitra baik dalam maupun luar negeri,” ujar Pandu.

Menurut dia, potensi fintech di Indonesia sangat terbuka. “Dari segi komposisi masyarakat Indonesia masih banyak yang belum tersentuh layanan perbankan konvensional,” ungkapnya.

Fintech juga terus bertumbuh seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi informasi di tanah air.

Namun demikian, belakangan banyak ditemukan berbagai investasi bodong atau ilegal yang menimbulkan kerugian besar.

“Bahkan membawa dampak negatif bagi pelaku industri fintech yang legal atau resmi itu sendiri,” beber Pandu.








Komentar

Berita Terkait