Ditreskrimsus Polda Jatim Bongkar Prostitusi Online, Ini Kronologisnya

matamatadot.com || Surabaya – Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar Prostitusi online Mojokerto kembali dan mengamankan “OS atau Om Kost” (38), warga Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Jawa Timur. Hal itu di ungkap dalam konferensi pers (2/2/2021).

Bongkar Prostitusi Online Mojokerto

Kronologis Polda Jatim bongkar prostitusi online Mojokerto. Menurut Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo menjelaskan, bahwa modus operandi pelaku prostitusi online tersebut dengan menawarkan rumah Kos Wisata Nobita melalui Jejaring Media Sosial (Medsos) seperti Whatsapp dan Facebook. Kegiatan pelaku di bantu Reseller yang juga dari kalangan para anak di bawah umur pula.

Bisnis rumah Kos Wisata Nobita itu juga menyediakan Jasa Layanan Prostitusi Anak Di Umur atau ABG.

“Tersangka OS ini menggunakan modus Sewa Kos Harian dengan nama Rumah Kos Wisata Nobita. Tersangka menawarkan jasa Prostitusi anak di bawah umur melalui Reseller yang juga dari kalangan para anak muda di bawah umur pula. Di samping itu melalui Group Whatsapp dan juga Group Facebook,” terang Wakapolda Jatim Brigjen Pol slamet Hadi Supraptoyo, saat memimpin Konferensi Pers di Mapolda Jatim.

Tarif Prostitusi Online Mojokerto

Slamet Hadi menambahkan, ada beberapa macam tarif kamar yang di sewakan. Untuk Tiket Doraemon untuk Pemesanan pukul 08.00 – 13.00 WIB seharga Rp.50 ribu. Bagi Tiket Nobita Pemesanan pukul 13.00 – 18.00 WIB seharga Rp.50 ribu. Bagi Tiket Shizuka Pemesanan pukul 18.00 – 23.00 WIB seharga Rp.50 ribu. Dan bagi Tiket Suneo Pemesanan pukul 23.00 – 04.00 WIB seharga Rp.50 ribu. Serta untuk Tiket Giant Pemesanan Kamar Kos selama 12 jam menginap di Banderol dengan harga Rp.120 ribu.

Untuk Tiket Dorami Pemakaian 10 jam seharga Rp.100 ribu, bagi Tiket Dekisugi Pemakaian 8 jam seharga Rp.80 ribu, bagi Tiket Jaiko Pemakaian 7 jam seharga Rp.70 ribu, bagi Tiket Nobisuke Pemakaian (jam bebas masuk 5 jam/minim 10 jam) seharga Rp.65 ribu, bagi Tiket Tamake Pemakaian 15 jam seharga Rp.150 ribu, bagi Tiket Pemakaian 6 jam seharga Rp.65 ribu.

” Maka pelaku memasang tarif sewa menyewa Kamar Kos yang bervariasi kepada konsumen, dari mulai 50 ribu hingga 150 ribu. Dari tarif itu para Reseller mendapatkan Bonus 5 ribu dan juga Poin,” terang Wakapolda Jatim.

Slamet Hadi menjelaskan, bahwa pelaku selama melakukan aksinya, telah menjual sekitar 36 anak di bawah umur kepada pria hidung belang. Untuk tarif melayani tamu sekali kencan dengan harga yaitu Rp.200 ribu hingga Rp.600 ribu.

” Untuk tarif wanita panggilan juga bervariasi mulai Rp.250 hingga Rp.600 ribu dan itupun tergantung dari penampilannya. Di samping itu pelaku juga pernah menjual wanita panggilan yang usia Pelajar Kelas 2 SMP seharga Rp.1.300.000 ribu,” tegas Wakapolda Jatim lagi.

Barang bukti yang di sita petugas. Yakni, 1 (satu) Unit Hp Merk Xiaomi Redmi 7A dari Pelaku OS, Uang sejumlah Rp.1.300.000 ribu dari saksi Mawar. Lalu, 1 (satu) Unit Hp Merk Samsung Galaxi Grand Prime dari saksi Anggrek dan 1 (satu) Unit Hp Merk OPPO dari saksi a/n.”FIA VALEN”, serta 1 (satu) Unit Hp Merk OPPO.

Dari perbuatan pelaku ini terancam dengan Pasal 27 Ayat 1 Jo Pasal 45 Ayat 1 UU ITE dengan ancaman Hukuman 6 Tahun Pidana Penjara, dan atau Denda Rp.1 Miliyar. Di tambah juga Jo Pasal 296 KUHP dengan ancaman Hukuman 1 Tahun 4 Bulan Pidana Penjara. [mtm]

Komentar