oleh

DPO Teroris Poso Ali Kalora Tewas, Kontak Tembak Dengan Pihak Polisi

MataMataDot.com || Sulteng – Irjen Polisi Rudy Sufahriadi pimpin upaya pencarian sisa Daftar Pencarian Orang (DPO) teroris Poso Ali Ahmad alias Ali Kalora.

Selama kurang dari sebulan pencarian DPO Teroris Ali Ahmad alias Ali Kalora pun membuah hasil.

Sebelumnya, Kapolri mempercayakan Polda Sulteng kepada Rudy Sufahriadi. Alhasil, dalam pencarian sisa DPO teroris Poso itu, kabarnya Ali Ahmad alias Ali Kalora tewas dalam kontak tembak.

Baca Juga : Polri Sita 1.540 Kotak Amal Untuk Pendanaan Terorisme

Akhirnya, Polisi pun berhasil menangkap Dua DPO teroris Poso, satu di antaranya adalah Ali Ahmad alias Ali Kalora yang terkenal sebagai pemimpin Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.

Dalam pers release, pada Minggu (19/9/2021) Irjen Polisi Rudy Sufahriadi mengungkapkan, telah terjadi kontak tembak antara Satgas Madago Raya dengan DPO teroris Poso di Desa Astina Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu tanggal 18 September 2021 Pukul 18.00 Wita.

Baca Juga : Munarman Masuk Jaringan Terorisme, Polisi Masih Dalami

Lebih lanjut, kata Irjen Pol Rudy, Akibat kontak tembak tersebut telah tertembak dua DPO teroris Poso atas nama Ali Ahmad alias Ali Kalora dan Ikrima alias Jaka Ramadhan alias Rama dalam kondisi meninggal dunia di TKP.

Mantan Kapolda Jawa Barat ini juga menerangkan, Satgas Madago Raya juga telah mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senjata api laras panjang jenis M16 diduga milik Ali Kalora. Lalu, Dua buah ransel, satu buah bom Tarik, satu buah buah bom bakar dan lain-lain.

Baca Juga : 90+ Teroris Diamankan Polri, Pasca Ledakan Bom di Gereja Katedral Makassar

Dengan tertangkapnya 2 DPO teroris Poso, maka sisa DPO teroris Poso tinggal 4 orang. “kepada sisa DPO teroris Poso untuk segera menyerahkan diri sebelum upaya tindakan tegas terukur apabila bertemu di lapangan,” tegas Kapolda Sulteng.

Adapun 4 sisa DPO teroris Poso yang menjadi buruan satgas madago raya saat ini adalah Askar Alias Jaid Alias Pak Guru, Nae Alias Galuh Alias Muklas, Suhardin Alias Hasan Pranata dan Ahmad Gazali Alias Ahmad Panjang. [***]

Komentar

Berita Terkait