oleh

Gagal Ikut Olimpiade, IOC Selidiki Kasus Atlet Belarusia Kristina

MataMataDot.com || Surabaya – Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah memutuskan secara resmi melakukan penyelidikan terkait kasus atlet lari dan lapangan Belarusia Kristina Timanovskaya yang gagal tampil di Olimpiade Tokyo 2020.

Mengutip dari TASS, Juru Bicara IOC Mark Adams mengatakan, IOC secara resmi melakukan penyelidikan terkait kasus atlet Belarusia Kristina Timanovskaya.

“Kami telah meminta laporan oleh NOC Belarus hari ini ….. Kami telah memutuskan untuk meluncurkan penyelidikan resmi. Dan Kami perlu menetapkan fakta lengkap. Kami perlu mendengar semua orang yang terlibat dan bahwa jelas bisa memakan waktu,” kata Adams.

Sebelumnya, Pada tanggal 1 Agustus 2021, Komite Olimpiade Nasional Belarusia mengumumkan bahwa pelatih tim atletik nasional telah memutuskan untuk memulangkan Timanovskaya karena kondisi psikologisnya.

Padahal, Dia seharusnya mengambil bagian dalam lomba lari 100m dan 200m. Dua pelari wanita Belarusia diskors dari estafet 4×400 sebab gagal menjalani sejumlah tes doping.

Keluhan gagal turut dalam Olimpiade Tokyo 2020 tersebut. Ia utarakan melalui media sosial bahwa dia masuk dalam estafet 4×400 m meski belum pernah bertanding di nomor tersebut. Dia berlari di nomor 100 meter namun tidak lolos ke semifinal dan seharusnya tampil di nomor 200 meter, pada Senin (2/8/2021, namun tidak ikut bertanding.

Timanovskaya telah menerima visa kemanusiaan Polandia dan saat ini berada di Kedutaan Polandia di Tokyo.

“Dia sedang merencanakan masa depannya. Dia berada di tempat yang aman dan terlindungi. Kami sekarang juga telah menghubungi NOC Polandia … dalam hal apa yang dapat dilakukan IOC,” kata juru bicara IOC.

Oposisi Belarus Sports Solidarity Foundation mengatakan sebelumnya bahwa Timanovskaya terpaksa meninggalkan Tokyo karena kritiknya terhadap pelatih tim nasional dan lapangan.

Atlet itu mengatakan kepada Euroradio bahwa dia bermaksud mencari suaka di Eropa. Dia juga meminta bantuan Komite Olimpiade Internasional melalui media sosial. [Dot]

Komentar

Berita Terkait