oleh

Hantu Pocong di Trenggalek, Berkeliaran di Tempat Keramaian

matamatadot.com || TrenggalekHantu pocong di Trenggalek, kalau mendengar kata pocong di kota tersebut. Kita jadi teringat tempat yang terkenal angker yaitu Tugu perbatasan Ponorogo dan Trenggalek. Konon perbatasan ini cukup terkenal sebagai tempat tinggal pocong dan genderuwo. Meski kerap di lewati banyak orang, namun para mahkluk halus sering menampakkan diri di sana.

Mendengar cerita hantu pocong saja sudah membuat bulu kuduk merinding, apalagi sampai melihat. Pasti lari terbirit-birit. Tapi tenang saja, dengan perkembangan teknologi hantu pocong sekarang tidak seram lagi. Mereka tidak lagi berkeliaran di tempat-tempat sepi atau angker. Malahan, pocong yang sekarang berkeliaran di keramaian seperti di Jalan Raya, Alun-alun dan Pusat perbelanjaan di Kota Trenggalek.

Hantu Pocong Trenggalek

Hantu Pocong yang berkeliaran di Trenggalek inj, ternyata merupakan kampanye protokol kesehatan oleh Polres Trenggalek. Tujuannya, untuk menggugah kesadaran masyarakat supaya disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Karakter Hantu Pocong yang di pertontonkan di Simpang Tiga Widowati ini sukses menarik perhatian warga. Bahkan, banyak yang mengeparesiasi bahkan berswafoto bersama sosok “Hantu Pocong” yang di peragakan oleh salah satu personel Satlantas tersebut.

Tidak hanya menunjukkan karakter Hantu, Satlantas Polres Trenggalek juga menghadirkan sejumlah badut yang membawa suasana menjadi lebih ceria dan gembira.

“Kali ini sasaran kita tida terbatas pada pengguna jalan tetapi lebih luas lagi menjangkau pusat-pusat keramaian dan perbelanjaan. Di antaranya, alun-alun dan pasar Pon Trenggalek.” Ujar Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Imam Mustolih, SH, SIK. Sabtu, (22/5/2021)

Menurut AKP Imam, konsep kegiatan yang tergelar ini pada dasarnya sama seperti sebelumnya yakni melakukan aksi teatrikal yang bertemakan bahaya nyata Covid 19. Sementara pihak Polisi yang lain melakukan public address himbauan protokol kesehatan juga membagikan masker kepada masyarakat.

“Nah, badut yang kami beri nama “Badut Tolak Bala” di sini bertugas membangun suasana ceria khususnya untuk warga yang membawa anak-anak. Jadi, pesan bisa mengena pada berbagai segmen usia.” Tuturnya.

Kemudian, AKP Imam mengatakan, sedikitnya 500 buah masker ludes terbagi secara gratis kepada masyarakat. “Pihaknya berharap dengan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat supaya lebih patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan sehingga Kabupaten Trenggalek menuju zona kuning bisa segera terwujud.” Pungkasnya. [mtm]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait