oleh

Harga Bawang Merah Anjlok, Petani di Lamongan Menjerit

matamatadot.com || Lamongan – Menjeritnya petani bawang merah di Dusun Samben, Desa Jegreg Kabupaten Lamongan. Tibanya musim panen tak sesuai yang di inginkan para petani bawang merah saat ini. Karena harga jual bawang merah di tingkat petani merosot tajam di bandingkan harga pada panen sebelumnya.

Saat ini, harga jual bawang merah di tingkat petani anjlok hingga Rp 10 ribu rupiah per kilogram. Harga tersebut merosot tajam jika di bandingkan dengan harga panen sebelumnya yang mencapai Rp 30 ribu rupiah per kilogramnya.

Dwi Setyawan (34), petani asal Dusun Samben Desa Jegres Kabupaten Lamongan, di temui media pada Jumat (29/1/2021) mengaku harga bawang merah saat ini tidak sesuai yang ia harapkan.

Dirinya mengaku, Biaya tanam dan harga pupuk selangit tak sebanding harga saat ini. Harga bibit per Kg Mencapai 40.000, namun saat panen harganya tiba – tiba anjlok.

“Dengan lahan seluas 100 meter persegi miliknya. Ia harus merogoh modal sekitar Rp 20 juta. Sementara pada panen kali ini, bawang merah basah di sawahnya, dengan sistem tebas atau borong, laku Rp 10 juta. Padahal pada panen sebelumnya, dari sawah yang sama laku Rp 30 juta,”akunya

Tutur Dwi menambahkan,”Pada siapa kami menyampaikan aspirasi kondisi petani bawang merah ini tolonglah para penguasa,”

Dwi berharap ada peran pemerintah dalam hal ini, karena menurutnya ada indikasi permainan para tengkulak yang memonopoli harga bawang merah,”harapnya kepada Pemerintah Lamongan melalui media. [mtm]

Komentar

Berita Terkait