oleh

Income Perusahaan Lampui target, Xiaomi Pun Melirik Bisnis Mobil Listrik

MataMataDot.com || JakartaPerusahaan Xiaomi usai meraup income lampui target, kini mulai melirik bisnis mobil listrik. Xiaomi melaporkan jika Income perusahaan melonjak hingga 64 %, sebesar 87,79 miliar yuan (US$ 13,6 miliar).

Pada kuartal kedua bulan Juni 2021, income Perusahaan Xiaomi melebihi perkiraan rata-rata 85,01 miliar yuan.

Seperti yang berada di pasar utama India, Xiaomi telah menyalip Apple Inc, untuk menjadi vendor Smartphone terbesar kedua di dunia.

Sektor mobil listrik yang kini berkembang pesat pun, tak luput dari perhatian salah satu perusahaan raksasa Smartphone ini.

Xiaomi Corp mengumumkan telah akuisisi Deepmotion dan berencana membeli startup teknologi di bidang self-driving, dengan harga sekitar 77,4 juta dollar USA.

Co-founder dan Chief Executive Officer Lei Jun, mengaku berusaha membawa Xiaomi melampaui industri smartphone.

Proyek Mobil Listrik Xiaomi

Lei Jun mengatakan, secara pribadi memimpin sebuah proyek untuk membuat mobil listrik dan perusahaan telah menjanjikan investasi awal sebesar US$10 miliar selama dekade berikutnya dalam bisnis tersebut.

“Perusahaan memiliki kantong yang cukup dalam untuk mendanai proyek semacam itu, yang membutuhkan investasi besar selama bertahun-tahun dalam pengembangan dan manufaktur sebelum mobil pertama bahkan dapat dijual.” kata Lei.

Melansir peryataan analis Bloomberg Intelligence Matthew Kanterman, pada Kamis (26/8/2021). Beberapa kekhawatiran tetap ada tentang tingkat investasi ke dalam bisnis kendaraan pintar Xiaomi. Namun ini merupakan inisiatif jangka panjang dan tidak berdampak pada hasil jangka pendek.

Langkah Xiaomi mengakuisisi Deepmotion yang sudah berdiri 4 tahun ini, merupakan hal yang baru perangkat lunak pada kendaraan listrik.

Sementara itu, Sejumlah perusahaan raksasa teknologi dari Huawei Technologies Co. hingga Baidu Inc. telah menghabiskan waktu bertahun-tahun mengembangkan komponen dan teknologi auto-driving.

Menurut Presiden Wang Xiang, pembelian tersebut bertujuan untuk membantu Xiaomi mengembangkan teknologi self-driving Level 4, yang memungkinkan mengemudi secara otonom penuh.

“Melalui akuisisi ini, kami berharap dapat mempersingkat waktu untuk memasarkan produk kami,” kata Wang.

Dia mengatakan ingin mempercepat riset dan pengembangan teknologi mengemudi otonomnya.

Meski begitu, Perusahaan Xiaomi belum mengungkapkan secara detail terkait pembuatan mobil listrik tersebut.

Namun, Perusahaan telah memulai perekrutan 500 teknisi untuk proyek itu dan telah berbicara dengan beberapa pembuat mobil dan otoritas lokal untuk bekerjasama.

Perusahaan juga telah berencana untuk berinvestasi di Black Sesame Technologies. Sebuah startup yang mengembangkan chip dan sistem kecerdasan buatan untuk mobil. [Dot]

Komentar

Berita Terkait