oleh

Kemenkeu dan ADB Gelar 2021 Internasional Climate Change Conference

MataMataDot.com || Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Asian Development Bank (ADB) menggelar 2021 International Climate Change Conference, dengan tema “A Just and Affordable Transition toward Net Zero”.

Peserta Konferensi virtual berasal dari sektor publik dan swasta, mitra pembangunan, think-tank, dan akademisi, menjadi wadah untuk membahas isu tantangan perubahan iklim “Climate Change“.

Para narasumber membahas praktik-praktik di dunia internasional untuk bisa menolong negara-negara berkembang bertransisi ke ekonomi rendah karbon, dan mengejar pemulihan dari Covid-19 yang lebih hijau, tangguh, dan inklusif.

Saat ini, pandemi Covid-19 masih memberikan tantangan yang besar bagi seluruh negara di dunia. Tapi, isu “Climate Change” juga sangat penting sebab implementasi pemulihan hijau bisa menjadi pendorong transformasi ekonomi dunia.

Menurut Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara Indonesia telah, dan akan terus berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon, dan mencapai negara yang tahan iklim menuju ekonomi rendah karbon.

“Indonesia telah melakukan upaya yang kuat untuk transisi ke ekonomi rendah karbon. Pada tahun 2016, kami menyampaikan Nationally Determined Contribution (NDC) pertama kami ke United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) dengan target pengurangan emisi 29 persen tanpa dukungan internasional dan 41 persen dengan dukungan internasional, dibandingkan dengan business-as-usual baseline di tahun 2030.” jelas Wamenkeu.

Isu Perubahan Iklim Masuk RPJKMN 2020-2021

Saat ini, isu perubahan iklim telah masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJKMN) 2020-2024. Dan Pemerintah telah menetapkan Rencana Aksi nasional, baik mitigasi maupun adaptasi.

“Dalam waktu dekat. Kami akan menggunakan fase pemulihan ini pasca pandemi Covid-19 untuk mengejar agenda iklim dan keberlanjutan kami,” tambah Wamenkeu.

Pada kesempatan yang sama, Presiden ADB Masatsugu Asakawa menyerukan kepada negara-negara di Asia dan Pasifik untuk mengambil tindakan tegas untuk mengatasi Climate Change. Kemudian, sambil memastikan pertumbuhan ekonomi yang adil dan merata di tengah pandemi COVID-19.

“Pandemi memberi kita kesempatan unik untuk membangun kembali melalui pemulihan yang hijau, tangguh, dan inklusif. Namun ini akan menuntut kawasan kita untuk mengambil peran utama, sebagai bagian dari kerja sama global yang kuat.” Kata Presiden Asakawa.

Komentar

Berita Terkait