oleh

Lamongan Memiliki Segudang Cerita Mistik dari Kota Santet Hingga Ilmu Pelet, Betulkah?

Lamongan[Penginapan di Lamongan Kota] Konon Lamongan memiliki segudang cerita mistik dari Kota Santet hingga ilmu pelet, betulkah?. Lamongan merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Timur yang cukup terkenal di Indonesia. Lalu, Apa benar Lamongan Kota Santet?Apa julukan yang tepat bagi Kota Lamongan? Lamongan Kota Santet kah? Apa benar dukun santet Lamongan itu ada? atau apa sebab muncul istilah Lamongan Bumi Santet?Apa ya kira-kira sebutan yang pas bagi Kota Lamongan?. Nampaknya julukan-julukan seperti itu terlihat terlalu ekstrem.

[penginapan di lamongan kota] Terkenal dengan Lamongan Kota Santet Hingga Ilmu Pelet, Betulkah?. Padahal jika melihat kenyataan bahwa Lamongan itu merupakan salah satu Kota yang damai di Jawa Timur. Sebab belum ada riwayat atau cerita bahkan sejarah yang valid, menyebutkan jika di Lamongan pernah terjadi peristiwa tragis adanya korban-korban santet atau lainnya. Kebanyakan isu itu muncul secara sepihak dari mulut ke mulut saja tanpa data atau sumber yang valid.

[penginapan di lamongan kota] Namun, kali ini penulis tidak ingin membahas sesuatu yang hanya merupakan isu belaka tanpa adanya data atau sumber yang valid. Sebab apa? banyaknya rumor di luar sana yang menyebutkan bahwa Lamongan Kota Santet, namun kenyataannya jika kita melakukan penelusuran secara detail hingga detik ini pun belum ada informasi yang valid dan dapat di pertanggungjawabankan mengenai isu tersebut.

Ini Kisah 3 Cewek Yang Cintanya Ditolak Lari ke Dukun Lamongan, Malah Ketipu Ratusan Juta Rupiah

Berita terkini Lamongan, Jika kita melakukan penelusuran dari berbagai sumber yang ada. Malah justru kita akan mendapatkan suatu informasi berkebalikan mengenai sangar atau ekstremnya Kota Lamongan. Sebelumnya di atas sudah di jelaskan yang terkenal bahwa katanya Lamongan Kota Santet. Namun kali ini ternyata berbeda, Seperti kisah 3 cewek ini yang cintanya di tolak dan Lari ke Dukun Lamongan malah ketipu ratusan juta rupiah. Simak kisahnya di bawah ini.

Ibarat pepatah lama jika cinta di tolak maka dukun pun bertindak. Sepertinya, pepatah ini tepat untuk melukiskan kisah 3 Cewek asal Lamongan dan Surabaya Jawa Timur ini.

Sebab kisah asmaranya dengan laki-laki dambaannya kandas di tengah jalan. Kisahnya begini, 3 cewek ini karena memiliki permasalahan asmara sehingga terpaksa menggunakan jasa seorang dukun wanita.

Namun apa yang terjadi, bukannya mendapatkan cinta, justru ketiganya malah ketipu ratusan juta rupiah. Eh eh eh eh kasian

Pasalnya, ketiga cewek tersebut dengan sukarela menyerahkan uang total Rp 176.368.000 ke tangan si dukun namun nyantanya masalah asmara tak kunjung berhasil.

Sebenarnya ada rasa malu, namun akhirnya 3 cewek itu terpaksa melaporkan kejadian penipuan yang mereka alami ke Polres Lamongan.

Ketiganya adalah Anis Sulalah (20 Th) warga Dusun Simo Desa Sungelebak Kecamatan Karanggeneng dan Siti Sri Mulyani (43 Th) seorang PNS asal Desa Jotosanur Kecamatan Tikung Lamongan. Kemudian Riska Wildayah (24 Th) asal Dupak Jaya Kecamatan Bubutan Surabaya.

Sedangkan, si dukun pelaku penipuan bernama Lilis (32 Th) warga Sidodadi Kelurahan Sidoharjo Kecamatan Lamongan. Kini Polres Lamongan sudah mengamankan pelaku dan kasusnya masih dalam proses penyidikan lebih lanjut, Sabtu (3/2/2018).

Dukun Sakti Lamongan | Lamongan Bumi Santet | Lamongan Kota Dukun

[Penginapan di Lamongan Kota] Kejadian itu berawal dari 3 cewek ini mendengar jika ada orang pintar wanita asal Lamongan (Dukun Sakti Lamongan) bernama Lilis sebagai dukun spesialis asmara yang berantakan atau mengharmoniskan hubungan asmara. Kemungkinan 3 cewek itu termakan isu yang penulis terangkan di atas bahwa beredar di luar sana (Lamongan Bumi Santet atau Lamongan Kota Dukun atau apalah). Namun walhasil ketiganya malah ketipu ratusan juta rupiah. Kita kembali ke 3 cewek yang ketipu tadi.

Sebab khayalan yang terlalu menggebu, ingin asmaranya dengan pemuda dambaan kembali. Para cewek ini meminta bantuan kepada pelaku yang mengaku sebagai dukun sakti spesialis asmara.

Ketiga korban juga minta bantuan pelaku supaya bisa menjadi orang sukses dalam pekerjaan dan berkarir,” penjelasan dari Kasubag Humas, Iptu Sunaryo, Minggu (4/2/2018).

Permintaan ketiga korban kemudian di manfaatkan oleh pelaku untuk menguras habis uang dari ketiga korbannya.

3 cewek ini semakin percaya jika Lilis merupakan dukun sakti spesialis asmara.

Ilmu Pelet Lamongan | Lintrik Lamongan | Dukun Santet Lamongan | Lamongan Terkenal Santet

Kemudian, Pelaku membujuk ketiga korban dengan meminta sejumlah uang dengan alasan untuk ritual atau nyekar di punden (tempat yang di percaya sakral orang Jawa).

Supaya korbannya percaya, Lilis memberikan batu merah delima kepada korban Anis sebagai asihan (Ilmu Pelet Lamongan).

Menurut Lilis, batu merah delima harus di simpan di dalam dompet korban. Tidak hanya itu pelaku juga memberi ajian berupa raja, keris sebagai persyaratannya.

Drama pun berlanjut, jika para korban datang ke rumah pelaku. Ketiga korban di perlihatkan sebuah ramalan menggunakan kartu (Lintrik Lamongan). Padahal itu hanya trik saja untuk menyakinkan korbannya.

Kisah pilu pun terjadi, setelah korban pertama, Anis, beberapa kali menyerahkan uang dengan jumlah sekitar Rp 30 juta justru hubungan asmaranya dengan pemuda dambaanya malah jadi putus. Bahkan untuk karirnya pun tidak mengalami perubahan apapun.

Asmara berantakan, karir dan usaha tidak ada peningkatan dan semakin ruwet.

Sama di rasakan dengan korban kedua Riska yang sudah menyerahkan uang Rp 700 ribu sebagai syarat untuk ritual. Namun tidak ada hasilnya.

Korban ketiga ini yang paling parah adalah Siti Sri Mulyani, seorang PNS asal Tikung Lamongan. Karir sebagai pegawai tidak ada perubahan alias tidak ada peningkatan. Namun tak hanya karir, bahkan persoalan asmara Siti pun juga sama. Padahal dia sudah menguras keuangannya hingga mencapai Rp 145.668.000. 

Kemudian telah sadar ketipu, 3 cewek ini melapor ke Polres Lamongan. Anis dalam hal ini sebagai pelapor, sedang dua korban, Sri dan Riska menjadi saksi korban.

Selain mengamankan pelaku, Polres Lamongan juga menyita barang bukti berupa, sebuah batu merah delima, kartu untuk meramal, sebuah raja dan keris.

Pihak Polres Lamongan mengembangkan penyelidikan kasus tersebut. Sedang pelaku atas perbuatannya terjerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. [mtm]

Komentar

Berita Terkait