oleh

Lewat Google Maps, Pelaku Bobol Sekolahan di Ogan Ilir

MataMataDot.com || Ogan Ilir – Lewat Google Maps, Pelaku mencari data untuk membobol Sekolahan di Ogan Ilir. Jajaran Polres Ogan Ilir berhasil membekuk pelaku spesialis bobol sekolah Antarprovinsi. Pelaku memanfaatkan google maps untuk mencari target sekolah yang kosong.

Pelaku Pijai mengakui sebagai dalang pencurian tersebut. Alasannya, mengincar sekolah sebab kondisinya sepi semua sedang belajar online. Sehingga, para pencuri dengan leluasa beraksi saat security sekolah lalai.

Lewat Google Maps

Lewat Google Maps, pelaku mencari data sekolahan yang akan menjadi sasaran pencurian.

“Kami mengincar sekolah yang sedang libur. Kami mencari data sekolah itu lewat internet google map.” Terang pelaku.

Menurut Kapolres Ogan Ilir, AKBP Yusantiyo Sandhy, pihak Polisi menangkap 5 tersangka aksi pencurian tersebut. Selain, sekolahan di Ogan Ilir, para pelaku ini juga pernah menggasak peralatan sekolah di Kabupaten lainnya di Sumsel. Di antaranya Banyuasin dan OKU Timur.

“Selain, beraksi di Ogan Ilir. Pelaku juga melancarkan aksinya di Kabupaten lainnya di Sumsel. Meliputi Banyuasin dan OKU Timur.” Terang AKBP Sandhy.

Kelima Pelaku Spesialis Bobol Sekolah Antarprovinsi

AKBP Sandhy menambahkan, bahwa Kelima pelaku merupakan spesialis bobol sekolah yang beraksi antarlintas provinsi.

“Bahkan, pelaku juga menyasar daerah provinsi lainnya, Lampung, yang juga disatroni mereka yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah.” Ungkap Sandhy.

Berikut identitas 5 pelaku yakni Pijai (41 Th), Junoto (41 Th), Randi (29 Th), Aldino (28 Th) dan Jorena (22 Th). Kelima orang ini memiliki peran masing-masing.

Kapolres Ogan Ilir mengungkapkan, bahwa tersangka Pijai adalah otak pencurian beraksi bersama 3 pelaku lainnya yakni Junoto, Randi dan Aldino.

Sementara pelaku Jorena merupakan penadah barang hasil curian. Setelah mencuri peralatan laboratorium di sekolah di Ogan Ilir. Selanjutnya, tersangka Pijai mengirimkan barang melalui jasa bus antarkota antarprovinsi (AKAP).

“Tersangka mengirim barang curian dari Ogan Ilir, lewat loket bus di Mesuji, Lampung. Barang di kirim kepada penadah di Jakarta,” Bebernya

Hasil penyelidikan terkini, masih kata Kapolres, selama 2 tahun lebih beraksi di sejumlah daerah. Para tersangka sudah menyebabkan kerugian total sebesar Rp 3,2 miliar. Sedangkan, kerugian beberapa sekolah di Ogan Ilir mencapai sebesar Rp 276 juta. [Dot]

Komentar

Berita Terkait