oleh

Maraknya aksi pungli di Tanjung Priok, Polisi tangkap puluhan preman

matamatadot.com || Jakarta – Maraknya aksi pungli di Tanjung Priok Jakarta, Polisi bergerak cepat tangkap puluhan preman. Sebelumnya, Presiden Jokowi menelepon Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit, usai mendapat keluhan dari para sopir truk soal maraknya pungutan liar (pungli) oleh preman di Tanjung Priok. Tak berlangsung lama, akhirnya Polisi menangkap 24 preman di dua lokasi, yakni PT Dwipa Kharisma Mitra Jakarta KBN Marunda dan Depo PT Greating Fortune Container (GFC).

“Pak Kapolri, pagi, nggak…… ini saya di Tanjung Priok banyak keluhan dari para sopir kontainer soal pungutan liar di Fortune, di NBC PT, lalu di Depo Dipa. Pertama itu. Yang kedua, juga kalau pas macet itu, banyak driver yang dipalak sama preman-preman. Keluhan ini, tolong bisa diselesaikan, itu aja Pak Kapolri.” kata Jokowi seperti dalam video YouTube Setpres, Kamis (10/6).

“Siap laksanakan, Bapak,” jawab Kapolri.

Aksi Pungli di Tanjung Priok

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit, lalu merespons segera instruksi Presiden Jokowi. Dia meminta jajarannya menuntaskan praktik aksi pungli dan preman yang ada di Tanjung Priok.

Kemudian, pihak Kepolisian bergerak cepat menangkap pelaku Pungli di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dan Total hingga saat ini telah mengamakan sebanyak 49 orang.

“Kami amankan ada 49 orang. Puluhan orang tersebut memiliki peran masing-masing. Rincianya, Polres Jakut mengamankan 42 orang dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok 7 orang.” Terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, dalam jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (11/6/2021).

Kabid Humas mengungkapkan, para pelaku pungli ini tersebar di beberapa titik pos yang berada di sepanjang jalan menuju Pelabuhan. Mereka masing-masing meminta uang dari para sopir truk kontainer yang lewat.

“Saya ambil contoh ada 5 pos ya. Di pos 1 fortun saja di pintu masuk security harus bayar Rp 2.000. Kemudian pos 2 masuk, biayanya masuk lagi Rp 2000. Masuk ke pos 3, itu harus bayar Rp 2000-5000. Ini saya ambil kecilnya karena kalau siang itu beda dengan malam, pengawasan siang lebih ketat.” Ungkap Kabid Humas .

“Pengawasan bayar min Rp 5.000, terakhir keluar dipo harus bayar lagi Rp 2.000. Jadi total di Fortun ini sekitar Rp 15.000. 1 hari bisa 300 kendaraan kontainer loh. Coba kalikan saja. Pengeluaran sopir-sopir ini sekitar Rp 6 juta. Lalu, perusahaan DKM, ada 4 pos. Total semua per 1 kontainer ada Rp 11.000. Sehari bisa Rp 350-500 ribu untuk kendaraan per 1 kontainer, belum lagi preman-preman yang di luar itu Sengaja buat macet, kemudian ketok kaca minta uang.” lanjutnya.

Kata Kabid Humas, pihaknya sudah membentuk tim untuk mengusut para pelaku pungli. Dia menyebut tidak menutup kemungkinan para pelaku ini ada kerja sama dengan para karyawan di pelabuhan.

“Saya katakan ini baru permukaannya, perintah Pak Kapolda Metro Jaya bentuk tim kemarin usai adanya 1 keluhan sopir truk. Kami amankan pelaku-pelaku ini. Karena minta Pak Kapolda bentuk tim susul. Kita ungkap semua. Makanya tim ini bergerak dan kami lakukan rapat koordinasi karena ini rata-rata karyawan. Kita akan rapat dengan stakeholder terkait, apa yang jadi pokok masalah di sini kenapa terjadi macet.” Pungkasnya. [Dot]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait