oleh

Meresahkan Masyarakat, Tim PAKEM Kota Mojokerto Intensif Pencegahan

matamatadot.com || Mojokerto – Dalam rangka pencegahan Aliran Keagamaan atau Kepercayaan yang meresahkan masyarakat, Tim PAKEM Kota Mojokerto adakan rapat koordinasi.

Munculnya aliran keagamaan atau aliran kepercayaan yang meresahkan masyarakat di sejumlah daerah patut dijadikan peringatan agar tidak terjadi di Kota Mojokerto sehingga sedini mungkin dilakukan deteksi, identifikasi serta pencegahan.

Jadi Perhatian Serius

Hal ini menjadi perhatian serius Wakil Ketua Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) Kota Mojokerto, Ali Prakosa SH MH saat rapat koordinasi di Aula Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto, Rabu (7/4).

Menurut Ali Prakosa SH, MH Rakor harus di laksanakan secara intensif untuk mencegah dan menangkal sejak dini munculnya aliran keagamaan atau kepercayaan yang meresahkan masyarakat serta yang menjurus ke arah radikalisme di Kota Mojokerto.

“Ini merupakan tugas kita bersama dan Tim PAKEM untuk identifikasi, pencegahan serta pengawasan terhadap aliran-aliran keagamaan atau aliran kepercayaan yang dapat meresahkan masyarakat khususnya di Kota Mojokerta sehingga suasana kondusif dapat kita jaga” jelasnya.

Harapan kami, peristiwa di berbagai daerah di antaranya aksi teroris yang mengatasnamakan agama hingga adanya aliran keagamaan HAKEKOK BALASUTA di wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten dengan ajaran ritual mandi bersama untuk mensucikan diri dapat kita cegah dan antisipasi.

Sosialisasikan Kerukunan Umat Beragama

“Tim Pakem Bersama elemen masyarakat untuk mensosialisasikan kerukunan umat beragama dan yang terpenting masyarakat jangan sampai terpancing isu SARA atau isu agama yang di buat buat oleh kelompok tertentu.

Kota Mojokerto harus aman dan kondusif agar selalu tetap kita jaga bersama,” harapnya.

Dalam rapat, Ali Prakosa SH, MH sangat mengapresiasi Tim PAKEM Kota Mojokerto.

Di sebutkan jika masukan dari berbagai pihak dari masyarakat hingga generasi muda agar di berikan pemahaman tentang aliran keagamaan atau kepercayaan.

Sehingga apabila mengetahui adanya hal-hal yang menyimpang dapat menginformasikan kepada Tim PAKEM Kota Mojokerto atau aparat penegak hukum.

Hadir dalam rapat Tim Pakem Kota Mojokerto tersebut di antaranya dari Kejari Kota Mojokerto, Kodim 0815 Mojokerto, Polresta Mojokerto, Bakesbang Pol, FKUB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kemenag. [mtm]

Komentar

Berita Terkait