oleh

Modus Penipuan Tawaran Kerja di Lamongan, Pelaku Bawa Lari Motor

matamatadot.com || LamonganModus penipuan tawaran kerja di Lamongan, pelaku bawa lari motor korbannya. Tak menyangka Al Hilal Hamdi (20 Th) asal warga Desa Wonokerto Kecamatan Dukun Gresik jadi korban penipuan.

Awalnya korban Hamdi tertarik tawaran pelaku berinisial Z (29 Th) warga Dusun Semelo, Desa Sumberaji, Kecamatan Deket, Lamongan. Saat itu, Pelaku Z menipu korban dengan menawari pekerjaan di PT Olimpic Lamongan.

Modus Tawaran Kerja di Lamongan

Korban harus kehilangan motornya, lantaran percaya dengan modus tawaran kerja di Lamongan itu. Merasa tertipu, Lalu korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Deket.

Kemudian, sesuai keterangan dari korban akhirnya anggota Polsek Deket berhasil meringkus pelaku .

Pelaku berhasil kami tangkap di Dusun Jombok Desa Plumpang Kecamatan Sukodadi Lamongan, berserta barang bukti motor milik korban.” ungkap Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana melalui Kasubbag Humas Iptu Estu Kwindardi, Kamis (27/5/2021).

Iptu Estu Kwindardi menjelaskan, pihak Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Honda Beat warna putih tahun 2012, satu buah kunci sepeda motor dan satu STNK sepeda motor Honda Beat milik korban.

Kronologis Kejadian Penipuan Motor

Kronologis kejadian, Estu menjelaskan kasus penipuan dan penggelapan itu terjadi pada Jumat (30/4/2021) lalu.

Ketika itu, korban mengenal pelaku melalui media sosial (medsos). Pelaku menjanjikan korban kerja di PT Olimpic Lamongan.

Sebab tertarik tawaran kerja di PT Olimpic, korban menemui pelaku dan janjian di Plasa Lamongan. Korban datang dengan sepeda motor honda beat S 6873 LL milik temanya.” terangnya.

Singkat cerita, Kata Estu, pelaku mengajak korban ke PT Olimpic dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat yang dibawa korban.

Lalu, Pelaku pelaku meminjam sepeda motor Honda Beat tersebut, sedangkan korban di tinggal di warung. Alasannya, untuk memasukkan surat lamaran korban ke PT Olimpic. Dan setelah itu akan kembali ke warung tersebut untuk menjemput korban.

Namun setelah korban menunggu kurang lebih satu jam pelaku tidak kembali. Sadar tertipu, lalu korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian.

Atas perbuatannya, pelaku terancam Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan amanah aman lama 4 tahun dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman pidana 4 tahun paling lama penjara. [Dot]

Komentar

Berita Terkait