oleh

Nekat Mudik Pilih Jalur Alternatif ini, Pemerintah secara resmi larang mudik

matamatadot.com || Jakarta – Pemerintah secara resmi melarang masyarakat melakukan mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menggelar rapat bersama Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono membahas persiapan pengamanan larang mudik lebaran 2021.

Gelar rapat di gedung NTMC Polri, Jakarta, Jumat (2/4/2021) menindaklanjuti SKB bersama Menko PMK Muhadjir Effendy tentang larangan mudik 2021.

Penyekatan Jalur Alternatif

Kadang kalanya masyarakat selalu nekat mudik dengan memilih jalur alternatif, oleh karena itu pemerintah sudah mempersiapkan titik titik penyekatan jalur.

Dengan pengamanan arus lalu lintas termasuk penyekatan di titik-titik yang akan di lalui masyarakat yang nekat mudik.

“Hari ini saya bertandang ke Kakorlantas bersama beberapa eselon 1 dan 2 dan beberapa Kadis yang ada di Jawa.

Apa yang kami bicarakan tadi adalah tindak lanjut dari surat keputusan Menko PMK tentang larangan mudik, ”kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Budi Karya mengungkapkan telah memerintahkan kepada Dirjen untuk berkoordinasi dengan Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono dan Gugus Tugas Covid 19 membahas teknis pengamanan larangan mudik lebaran 2021.

Menhub penanganan larangan mudik tetap humanis namun tegas.

“Oleh karena itu saya menugaskan Dirjen hubdar dan Dirjen lain untuk koordinasi dengan Kakorlantas dan gugus tugas, insya Allah apa yang dilakukan itu tetap tegas tetapi humanis,” katanya.

“Satu hal yang saya minta bahwa koordinasi ini tidak hanya di tingkat pusat tapi juga di tingkat daerah,” sambung dia.

Budi menyebut teknis soal pengamanan larangan mudik 2021, pengumumannya nanti pada pers release hari Senin (5/4/2021) nanti.

Dalam kesempatan yang sama, Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono koordinasi antara Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan perlu dilakukan untuk menyamakan persepsi agar larangan mudik lebaran 2021 dapat di lakukan dengan baik.

Kakorlantas mengutip istilah keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.

“Beliau (Menteri Perhubungan) memberikan atensi penuh terhadap persiapan larangan mudik untuk 2021.

Koordinasi intens ini untuk penyamaan persepsi di lapangan.

Tentunya berangkat dari solus populi Excelso (keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi), ”kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono.

Kakorlantas memaparkan larangan mudik oleh pemerintah karena mengingat pandemi Covid 19 yang masih ada.

Kakorlantas mengutip data gugus tugas Covid 19 bahwa setiap ada libur panjang, kasus Covid 19 selalu naik.

“Data menunjukkan bahwa setiap libur panjang itu terjadi peningkatan penularan Covid 19 yang cukup signifikan.

Tidak ada kata lain adalah kita harus antisipasi semuanya, ”jelasnya.

Korlantas Polri sendiri lanjut Istiono telah menyiapkan 333 titik penyekatan yang populer di seluruh wilaya Indonesia.

Titik penyekatan ini untuk memastikan masyarakat tidak mudik lebaran 2021 sebagainya keputusan pemerintah.

“Untuk itu di larang mudik harus kita persiapkan.

Korlantas Polri : Siapkan 333 Titik dan 4 Jalur Penyekatan

Korlantas Polri telah menyiapkan 333 titik penyekatan baik di jalur arteri maupun jalur tol.

Baik menuju Jawa maupun menuju luar Jawa.

333 titik ini terutama dari Jakarta menuju Jabar dan Jateng.

Upaya antisipasi dengan melakukan penyekatan di 4 Jalur antara lain :

  • Jalur tol.
  • Arteri baik Jalur Pantura.
  • Tengah.
  • Jalur selatan hingga Jawa tengah.

Kita telah tetapkan titik penyekatan agar semua yang tidak bisa melakukan mudik sesuai aturan.

Nanti akan ada aturan khusus yang kita siapkan di lapangan, ”terang dia. [mtm]

Komentar

Berita Terkait