oleh

Pakai Teknologi Drone, Cara Maksimalkan Pertanian di Probolinggo

matamatadot.com || Probolinggo – Pakai Teknologi Drone, Cara Maksimalkan Pertanian di Probolinggo. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo bersama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur melakukan penyemprotan hama dan penyakit menggunakan drone.

Teknologi Drone di Probolinggo

Penggunaan teknologi drone dengan melakukan penyemprotan di Demfarm pengembangan Varietas Unggul Baru (VUB) khusus di lahan pertanian Kelompok Tani Sidodadi IV Desa Sidopekso Kecamatan Kraksaan, Kamis (10/6/2021).

Demfarm pengembangan VUB padi khusus tersebut. Merupakan kolaborasi program antara Komisi IV DPR RI dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, hadir Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi, petugas BPTP Jawa Timur, perwakilan Kodim 0820 Probolinggo, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kraksaan, dan Kelompok Tani Sidodadi IV Desa Sidopekso Kecamatan Kraksaan serta petani se Kecamatan Kraksaan.

Menurut PPL BPP Kecamatan Kraksaan Priyo Basuki, bahwa penyemprotan hama dan penyakit dengan menggunakan teknologi drone ini. Setelah, usia tanam padi mencapai 1 bulan. Kenapa harus melakukan Penyemprotan, sebab terdapat banyak burung Sriti yang indikasinya ada serangan wereng dan penggerek batang.

“Penyemprotan dengan penggunaan drone ini sangat efektif sebab hama langsung hilang terkena anginnya drone. Selain itu, daya semprotnya juga lebih halus berupa uap. Dari pada menggunakan tenaga manusia harus menyemprot satu-satu.” Terangnya.

Pakai Drone Lebih Efektif dan Irit

Kata Priyo, bahwa pemakaian teknologi drone ini jauh lebih efektif dan sangat irit. Namun, penerpan inovasi baru pertama kali dan masih dalam tahap uji coba di Kabupaten Probolinggo.

“Harapan kita pemakaian drone ini bisa lebih maksimal lagi. Terutama di wilayah Kecamatan Kraksaan yang tenaga kerjanya sudah mulai berkurang. Namun untuk Kelompok Tani Sidodadi IV mulai memakai mesin dalam usaha taninya. Bahkan, saat panennya sudah memakai mesin.” Jelasnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Probolinggo Mahbub Zunaidi menerangkan pengendalian hama dan penyakit memakai drone ini adalah salah satu upaya guna efisiensi dan efektifitas dalam usaha tani.

“Kita antisipasi adanya kelangkaan pekerja di sektor usaha tani dan untuk menarik minat buruh tani. Utamanya dari kalangan anak muda yang sudah tidak mau terjun ke sawah bergelut dengan lumpur.” Terangnya.

Mengomentari penggunaan drone, Mahbub mengatakan bila secara konvensional maka biaya semprot jauh lebih mahal daripada memakai drone. Maka ada efisiensi dari segi biaya. Sedangkan, biaya obatnya tergantung dari cara pemakaiannya.

“Penyemprotan dengan menggunakan drone jauh lebih efisien, hemat dan cepat. Bila menggunakan tenaga manusia. Sedangkan, penggunaan pestisida juga lebih irit dari konvensional.” Kata Mahbub.

Mahbub menambahkan, jika nanti akan melakukan pemakaian drone secara lebih luas. Guna mewujudkan hal itu perlu membetuk Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) berupa drone. Sehingga, petani di Probolinggo dapat memanfaatkannya melalui anggaran APBD Probolingo atau pengajuan proposal ke Kementan RI melalui aspirasi dari petani. Sebab, bila membeli sendiri harganya mencapai sekitar Rp 400 juta.

“Kami mengharap penggunaan drone untuk penyemprotan hama dan penyakit ini bisa memberikan daya tarik bagi para petani. Artinya, pengelolaan usaha tani tidak hanya secara konvensional saja. Namun, ada inovasi modernisasi yang membuat masyarakat petani tertaik. Khususnya, kaum milenial supaya terjun ke dunia pertanian dan bisa mengikuti perkembangan zaman.” Pungkasnya. [Dot]

Komentar

Berita Terkait