oleh

Pasca Lebaran Muhammadiyah Bantu Pemerintah Atasi Lonjakan Covid 19

matamatadot.com || Surabaya – Pasca Lebaran Muhammadiyah Konsisten Bantu Pemerintah Atasi Lonjakan Covid 19. Pemerintah sudah berbagai cara membatasi ruang gerak masyarakat pada mudik lebaran 2021. Salah satunya dengan penyekatan arus mudik lebaran 2021. Namun, banyak pihak yang masih merasa khawatir libur Idul Fitri 1442 H bisa menjadi pemicu peningkatan kasus Covid 19 di Indonesia.

Lantaran, Kekhawatiran ini muncul ternyata masih banyak warga yang tetap lolos mudik meski jumlahnya tidak sebanyak kondisi normal. Lalu, masih terlihat antusias tinggi warga untuk merayakan Idul Fitri 1442 H. Masih banyak warga yang berwisata tanpa protokol kesehatan (prokes) dan arus kedatangan WNA di tengah-tengah penyekatan secara ketat bagi WNI.

Lonjakan Covid 19 Pasca Lebaran

Selain potensi lonjakan kasus Covid 19 pasca lebaran atau libur Idul Fitri 1442 H. Indonesia juga harus menghadapi ancaman munculnya varian Covid 19 yang berasal dari berbagai negara. Seperti Varian B.117 asal Inggris, lalu B.1351 asal Afrika Selatan dan varian mutasi ganda dari India B. 1617.

Dari ketiga varian tersebut, paling banyak muncul di berbagai negara adalah varian B.117 dan memiliki tingkat penularan lebih tinggi 36 sampai 75% di bandingkan dengan jenis virus yang beredar sebelumnya.

Muhammadiyah Bantu Pemerintah Atasi Lonjakan Covid 19

Dalam rangka mengantisipasi peningkatan kasus Covid 19 tersebut. Muhammadiyah sebagai salah satu pihak yang terus konsisten membantu pemerintah dan rakyat Indonesia dalam menghadapi lonjakan Covid 19, menyiapkan beberapa langkah antisipasi.

Menurut Ketua Muhammadiyah Covid 19 Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah, Agus Syamsudin mengatakan hal tersebut dalam keterangannya kemarin, (16/05/2021). “Muhammadiyah menyiapkan langkah-langkah promotif, preventif dan kuratif untuk antisipasi peningkatan jumlah kasus Covid 19 pasca libur Idul Fitri 1422 H ini,” kata Agus Syamsudin.

Langkah-langkah tersebut, menurut Agus Syamsudin terus melakukannya secara konsisten. “Kami terus mengkampanyekan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid19 dengan menggelar berbagai event. Seperti, webinar, pengajian, Covid 19 Talk yang di siarkan melalui berbagai media milik Muhammadiyah maupun umum. Juga pemasangan baliho/spanduk-spanduk di berbagai area publik dan penerbitan panduan-panduan terkait Covid 19,” ujarnya.

Secara preventif, kata Agus Syamsudin, Terus melakukan penerapan protokol kesehatan di kantor-kantor Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan acara-acara di lingkup internal Muhammadiyah.

“Penyelenggaraan berbagai acara di internal Muhammadiyah secara online atau dengan prokes yang ketat. Vaksinasi juga sudah beberapa kali kami lakukan di berbagai tempat dan menyasar puluhan ribu warga. Dalam waktu dekat, kami akan melaksanakan vaksinasi lintas agama di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kawasan Indonesia Timur” tambahnya.

Untuk penanganan secara kuratif, Agus Syamsudin mengatakan pihaknya tetap mengandalkan penanganan pasien Covid 19 melalui Rumah Sakit Muhammadiyah Aisyiyah (RSMA) di berbagai daerah yang selama lebih dari setahun ini sudah menjalankan layanan Covid 19.

“Layanan perawatan pasien Covid 19 di 84 RSMA di seluruh Indonesia, kemudian shelter-shelter Covid 19 yang terkoneksi rumah sakit dan isolasi mandiri dirumah, tim perawatan jenazah protokol covid dan tim logistik yang akan mensuport bagi warga masyarakat yg melaksanakan isolasi mandiri di rumah semuanya kami tingkatkan kesiapannya mengantisipasi peningkatan kasus Covid 19,” ungkapnya.

Dengan potensi peningkatan kasus Covid 19 dan masuknya tiga varian baru Covid 19 tersebut, Agus Samsudin terus mengingatkan penerapan prokes. “Cara paling murah dan efektif tidak lain adalah dengan konsisten menerapkan 5M dalam kehidupan kita sehari-hari. 5 M yaitu menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan. Kami juga berharap pemerintah tegas menutup tempat-tempat wisata karena terbukti banyak yang tidak mengindahkan prokes” pungkasnya. [mtm]

Komentar

Berita Terkait