oleh

Pemuda Trenggalek Hina Gus Miftah Lewat Medsos Terancam UU ITE

matamatadot.com || Trenggalek – Seorang oknum Pemuda Trenggalek Terancam UU ITE, Hina Gus Miftah Lewat Medsos. Tingkah pemuda berinisial H ini sempat viral dan sudah mendapat 7.149 komentar dan 431.996 tayangan. Atas kelakuannya kini, pemuda tersebut harus berurusan dengan pihak Polisi.

Tak lama kemudian, akhirnya Polres Trenggalek berhasil menangkap pemuda tersebut atas ujaran kebencian terhadap Gus Miftah melalui akun media sosial (Medsos) Instagram.

Oknum Pemuda Trenggalek Hina Gus Miftah

Kronologis oknum Pemuda Trenggalek hina Gus Miftah. Menurut Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring, SH, SIK, M.Si, pihak polisi mengamankan pelaku yang merupakan warga desa Ngrambingan Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek.

“Iya betul, pelaku sudah kita amankan dan saat ini dalam proses pemeriksaan lebih lanjut” Ungkap AKBP Doni.

AKBP Doni mengungkapkan, berawal dari temuan siber patrol terhadap akun Instagram @Mokooku mengomentari postingan akun Instagram @gusmiftah dengan kalimat “Koe ojo dakwah kowe asu idu kyai… Tak piles ndasmu lek ora leren (Kamu jangan dakwah kamu anjing bukan kyai . Ku injak kepalamu kalau tidak berhenti).

Seorang Pemuda Trenggalek Terancam UU ITE

Tak selesai dengan kata-kata tak patut, pelaku kembali mengunggah sebuah video di Snapgram atau status Instagram yang dengan kalimat “Miftah gendeng ali gondrong sak kanca – kancane kui jahula. Matamu pora yo podo nyawang kyai kui piye cok (Miftah gila dan gondrong, teman-teman itu jahula. Matamu apa tidak melihat kalau kyai itu bagaimana cok)”.

Kemudian, pihak Polisi melakukan profiling terhadap pelaku yang di ketahui merupakan warga Kabupaten Trenggalek hingga berhasil meringkusnya tanpa perlawanan.

Atas kejadian tersebut, pihak Polisi menyita barang bukti berupa sebuah smartphone. Kini pelaku terancam hukuman sesuai Pasal 45 ayat (3) UURI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dengan larangan selama-4 tahun dan / atauenda paling banyak Rp. 750 juta. [Dot]

Komentar

Berita Terkait