Pendaftaran CPNS dan PPPK di Jawa Timur Akhir Mei, Ada 13.496 Formasi

matamatadot.com || SurabayaPendaftaran CPNS dan PPPK di Jawa Timur Akhir Mei, Ada 13.496 Formasi. Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jatim membuka kembali peluang dan kesempatan bagi putra-putri terbaik Jawa Timur. Kesempatan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara melalui pegawai ASN (Aparatur Sipil Negara).

Pendaftaran Seleksi CPNS dan PPP di Jawa Timur

Pasalnya, Pemprov Jatim membuka pendaftaran dan Penerimaan Pegawai ASN Tahun Anggaran 2021 yang terdiri dari seleksi CPNS dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Bahkan, untuk tahun ini Pemprov akan membuka formasi rekrutmen CPNS dan PPPK ada 13.496 formasi.

Ada 13.496 Formasi

Berikut secara terinci, formasi rekrutmen CPNS dan PPPK sebagai berikut :

  1. Sebanyak 1.390 lowongan terbagi untuk 665 tenaga kesehatan dan 725 tenaga teknis.
  2. Sementara formasi PPPK sebanyak 12.106 yang terbagi untuk 11.220 tenaga guru, 647 tenaga kesehatan dan 239 tenaga teknis.

Formasi tersebut sesuai Keputusan Menteri PAN-RB per tanggal 29 April, Nomor 831/2021 tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai ASN di Lingkungan Pemprov Jatim Tahun Anggaran 2021. Informasi lebih lengkap proses pendaftaran secara daring mulai pada 31 Mei hingga 21 Juni di laman www.sscasn.bkn.go.id.

Ternyata bukan hanya itu, ada kesempatan dan peluang juga bagi penyandang disabilitas. Sebab, Pemprov Jatim akan membuka formasi khusus bagi Penyandang Disabilitas yang di lengkapi dengan surat keterangan dari dokter dan formasi untuk lulusan cumlaude dengan syarat akreditasi kampus dan prodi minimal A.

Rekrutmen ASN Transparan dan Mudah

Menurut Gubernur Jatim Khofifah, persaingan dalam rekrutmen ASN ini akan berlangsung secara transparan dan mudah. Karena, seluruh prosesnya dilaksanakan secara daring mulai dari pendaftaran, ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) hingga seluruh pengumuman hasil seleksi di ketahui secara terbuka.

“Saya mengundang putera-puteri terbaik Jawa Timur untuk menjadi ASN yang siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat bersama Pemprov Jatim.” tutur Gubernur Khofifah.

Formasi Guru Paling Banyak

Khofifah menambahkan, tahun ini pemerintah membuka peluang untuk tenaga pendidik atau guru pada formasi PPPK dengan jumlah paling banyak. Hal ini sebab, kebutuhan guru di Jawa Timur sangat tinggi sekaligus bersamaan program 1 juta guru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Ia berharap, dengan banyaknya formasi ini akan menjadi jawaban pemerataan guru di Jawa Timur. Meski dalam pengangkatan tahun ini hanya khusus untuk kategori PPPK.

“Mengacu keputusan Menteri PAN-RB, tahun ini memang tidak ada formasi CPNS bagi guru. Peluang ini untuk guru honorer yang selama ini telah mengabdi sehingga mereka akan mendapatkan kepastian status dan kariernya sebagai pengajar,” tutur Gubernur.

Sementara itu, bagi PPPK formasi guru ketentuan yang berhak mendaftar adalah honorer THK-II sesuai database BKN. Dan masih aktif mengajar di sekolah negeri maupun swasta dan terdaftar sebagai guru di Dapodik Kemendikbud. Kemudian, Guru yang berhak mendaftar PPPK adalah lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang belum menjadi guru dan terdaftar di database lulusan PPG.

Tidak Ada Batas Usia Minimal Pada Formasi PPPK

Secara umum, Formasi PPPK guru dan non guru cukup longgar terkait batas usia. Sebab, pelamar tidak ada batas usia maksimal 35 tahun sebagaimana batasan pada formasi CPNS. Namun, bersangkutan harus memiliki pengalaman di bidang kerja yang relevan dengan jabatan fungsional yang di pilih minimal 3 tahun. Bukti Pengalaman tersebut sesuai surat keterangan yang di tandatangani oleh minimal Jabatan Tinggi Pratama bagi yang berasal di instansi pemerintahan. Sementara pelamar yang berasal dari Perusahaan Swasta, Lembaga Swadaya Non Pemerintah atau Yayasan maka harus memiliki surat keterangan dari Direktur atau Kepala Divisi SDM.

“Bagi pelamar formasi CPNS, usianya paling rendah 18 tahun dan maksimal 35 tahun kecuali untuk beberapa jabatan khusus memiliki batas usia hingga 40 tahun,” terang Khofifah.

Ia menambahkan, jabatan khusus tersebut antara lain, dokter dan dokter Gigi, dengan kualifikasi pendidikan dokter spesialis dan dokter gigi spesialis serta dokter pendidik klinis. Lalu, dosen, peneliti dan perekayasa dengan kualifikasi pendidikan strata 3 (doktor).

Kemudian Khofifah menegaskan, proses seleksi CPNS maupun PPPK tidak ada pihak yang bisa menjamin dapat meloloskan pelamar. Sebab, semua proses akan berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Maka, jika ada pihak-pihak yang menawarkan janji dapat meloloskan seleksi. Itu tidak benar, jangan percaya.

“Jangan percaya kepada siapapun yang menawarkan dapat meloloskan seleksi. Apalagi dengan syarat biaya tertentu. Jelas itu adalah penipuan. Ikuti semua prosesnya dengan baik dan banyak berdo’a.” Pungkasnya. (**)

Komentar