oleh

Penyelundupan Rotan ilegal sebanyak 100 Ton Berhasil Digagalkan Polda Kalbar

matamatadot.com || Pontianak – Penyelundupan Rotan ilegal sebanyak 100 Ton Berhasil Di gagalkan Direktorat Polairud Polda Kalbar, Pada Jumat (9/4/2021)

Rotan ilegal tersebut di angkut menggunakan Kapal Layar Motor ABNA Jaya Nahkoda Suriansyah Gt.128 ABK 6 orang di perairan natai Kuini Kec. Kendawangan Kab. Ketapang di titik koordinat 2°56′ 891″ LS – 110°45′ 392″ BT

“Di gagalkannya upaya penyelundupan 100 ton rotan ilegal ini, saat Personil kami Unit Gakkum Bersama dengan Unit patroli Natai kuini melaksanakan patroli rutin dan dari hasil pemeriksaan anggota di lapangan angkutan rotan ini diduga melakukan TP Perdagangan Rotan, pemalsuan dokumen dan pelayaran.

Kombespol Benyamin Sapta T, S.I.K., M.Si Selaku Direktur Polairud Polda Kalbar juga menjelaskan dalam rangka mendukung Polri Presisi Program Prioritas (100 hari) Kapolri, pihaknya tidak akan pernah berhenti melakukan GAKKUM terhadap Kejahatan yang terjadi di wilayah Perairan Kalimantan Barat.

Oleh karena itu, Dit Polairud Polda Kalbar selalu berusaha maksimal untuk mengungkap kasus kasus atensi.

Direktorat Polairud Polda Kalbar Gagalkan Penyelundupan 100 Ton Rotan Ke Malaysia

Dengan terungkapnya Kasus ini berharap dapat memutus mata rantai permintaan rotan-rotan illegal yang di selundupkan ke Luar Negeri serta memporakporandakan jaringan/sindikatnya untuk dilakukan proses hukum. Dan membantu menyelamatkan kerugian negara dari sektor PNBP ujar Dir Polairud Kalbar saat Press Release Di dermaga Dit Polairud Polda, Jumat (16/04)

“Saat ini barang bukti 100 ton rotan itu berada di dermaga Ditpolairud Polda Kalbar guna proses lebih lanjut

Direktur Polaroid Polda kalbar juga mengimbau kepada masyarakat agar melaporkan jika melihat ada aktivitas ilegal maupun yang mencurigakan agar bisa di cegah maupun di proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Atas perbuatannya tersangka terjerat dugaan TP. Perdagangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat 1 Jo Pasal 51 ayat 1 UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau Pasal 264 KUHP Sub Pasal 266 KUHP lebih Sub Pasal 263 KUHP dengan ancaman Pidana Maksimal 7 Tahun dan Denda Maksimal 5 Milyar. [mtm]

Komentar

Berita Terkait