oleh

Perubahan Tarif Pajak Internasional Bagi Perusahaan Global di Indonesia

MataMataDot.com || Surabaya – Adanya Digitalisasi dan Globalisasi Berdampak Pada Sistem Tarif Pajak Internasional pada Perusahaan Global di Indonesia. Menyikapi hal tersebut sehingga Negara-negara G20 membuat kesepakatan terhadap sistem pajak internasional yang terdiri dari dua pilar solusi untuk mengatasi isu hilangnya potensi pajak akibat digitalisasi dan globalisasi.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Indonesia berpotensi memajaki 100 perusahaan global alias perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia. Melalui kesepakatan yang sama, negara G20 juga menyepakati tarif pajak digital sebesar 15 %.

Kesepakatan Tarif Pajak Internasional Mulai Tahun 2023

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kemenkeu, Neilmaldrin Noor mengungkapkan, kesepakatan ini mulai berlaku pada tahun 2023. Penerapan Pilar 1 dan pilar 2 akan lewat cara yang berbeda, tapi dalam periode implementasi yang relatif sama.

“Implementasi Pilar 1 akan melalui penandatanganan persetujuan multilateral yang akan di buka pada tahun 2022, dan akan efektif berlaku pada tahun 2023. Sementara Pilar 2 direncanakan akan diimplementasikan melalui perundang-undangan domestik pada tahun 2022, dan akan berlaku secara efektif pada tahun 2023,” kata Neil kepada media, Sabtu (17/7/2021).

Memang, belum tahu seberapa besar estimasi penerimaan negara dari kesepakatan ini. Pihaknya masih menghitung besaran potensi pendapatan yang akan di dapat.

Namun yang pasti, kesepakatan akan memperkecil potensi kerugian atas hilangnya pajak secara global mencapai 100 miliar dollar AS – 240 miliar dollar AS berdasarkan catatan Bank Dunia.

Komentar

Berita Terkait