oleh

Polda Banten Amankan 5 pelaku penambangan emas ilegal di Gunung Liman

matamatadot.com || Banten – Polda Banten mengamankan 5 pelaku Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) atau Gurandil. 5 pelaku itu melakukan penambangan emas ilegal di Gunung Liman Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak.

“Para gurandil telah melakukan aktivitas penambangan emas sejak Januari 2021,” kata Dir Reskrimsus Polda Banten Kombes Pol Joko Sumarno dalam siaran tertulis, Jumat (23/4/2021).

5 pelaku penambang emas ilegal itu mempunyai peran berbeda – beda ada yang sebagai penambang, pengolah, hingga pemasok merkuri.

Dir Reskrimsus Polda Banten Kombes Pol. Joko Sumarno menjelaskan pihaknya melalui Subdit Tipidter telah melakukan serangkaian investigasi atas penambangan emas ilegal itu.

Penangkapan terhadap 5 pelaku tersebut atas hasil penyelidikan karena mereka ketahuan melakukan aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan sakral suku Baduy sejak Januari 2021.

5 tersangka Gurandil Penambangan Emas dibekuk Polda Banten

“Sudah kita lakukan penyelidikan dan penyidikan atas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Lebak ini. Apalagi terkait aktivitas PETI sejak Januari kemarin. Kita aktif melaksanakan penindakan-penindakan,” ungkap Dir Reskrimsus.

Dir Reskrimsus menambahkan bahwa 5 pelaku itu saling memliki peran berbeda beda yaitu mulai dari pelaku penambangan, pengolah hingga pemasok merkuri. Ada juga yang masih dalam proses penyidikan dan ada juga yang sudah tahap penelitian kejaksaan.

Selain penindakan tegas terhadap pelaku penambangan emas ilegal. Pihaknya juga melakukan langkah persuasif dengan menemui masyarakat sekitar Gunung Liman agar menghentikan aktivitas gurandil. Harapannya, kelestarian gunung dan hutan larangan tetap terawat secara bersama-sama.

“Dua minggu lalu menemui para tokoh dan masyarakat di sekitaran Gunung Liman, agar menjaga bersama-sama pelestarian gunung dan tidak merusaknya,” ucap Kombes Pol. Joko.

Kita ketahui, Gunung Liman memiliki bentang alam yang selama ini di jaga oleh suku Baduy. Di dalamnya terdapat hutan larangan yang menjadi titipan para leluhur dan tidak boleh di rusak sedikitpun. [Dot]

Komentar

Berita Terkait