oleh

Polda Metro Jaya Berhasil Ungkap Kasus Mafia Tanah Yang Menimpa korban Ibu Dino Patti Djalal

matamatadot.com || Jakarta – Polda Metro Jaya bersama Kementerian ATR/BPN yang tergabung dalam Satgas mafia tanah berhasil mengungkap jaringan mafia tanah yang menimpa korban Ibunda Dino Patti Djalal, tersangka yang telah ditetapkan sebanyak 15 orang. Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan kelima belas tersangka tersebut ditangkap berdasarkan tiga Laporan Polisi (LP) yang diterima pihak Polda Metro Jaya.

Keterangan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran

  • Berdasarkan tiga Laporan Polisi yang diterima ada lima belas tersangka yang bisa ditangkap, jadi masing-masing Laporan Polisi ada lima tersangka, Jumat (19/2/2021).
  • Seluruh tersangka sindikat mafia tanah ini memiliki peran dan tugas dalam menjalankan aksinya masing-masing.
  • Ada lima peran yang dilakukan para mafia ini untuk mendapatkan sertifikat asli tanah dan properti milik Zurni Hasyim Djalal yang merupakan Ibunda Dino Patti Djalal :
  1. Ada yang bertindak aktor intelektual.
  2. Ada yang bertindak selaku pihak yang menyiapkan sarana dan prasarana.
  3. Ada yang bertindak selaku figur di mana dia mengaku sebagai pemilik tanah dan bangunan.
  4. Ada yang bertindak sebagai pembuat akta tanah.
  5. Dan ada yg bertindak sebagai figur pemilik sertifikat tanah.
  • Dalam menjalankan aksinya, para sindikat ini beraksi berdasarkan peran tersebut, setelah mereka melihat ada tanah dan rumah yang dijual.
  • Kasus mafia tanah ini Fadil membentuk tiga klaster dari tiga Laporan Polisi yakni :
  1. Pertama korban pemilik sertifikat rumah dalam hal ini Ibunda Dino Patti Djalal.
  2. Kedua adalah para pelaku yang tergabung dalam kelompok sindikat mafia tanah ini.
  3. Dan ketiga korban yang membeli tanah atau rumah dengan itikad baik.
  • Perlu diketahui juga dalam kasus ini, Polda Metro Jaya menerima tiga Laporan Polisi dari korban :
  1. Laporan pertama ini dilakukan pada April 2020 lalu yang menyangkut rumah keluarga Dino Patti Djalal di kawasan Pondok Pinang.
  2. Laporan kedua dilakukan pada November 2020 yang menyangkut rumah Ibu Dino Patti Djalal di kawasan Kemang.
  3. Dan Laporan ketiga diterima Polda Metro Jaya pada 22 Januari 2021 yang saat ini sudah memasuki tahap penyidikan Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya.

BACA JUGA : Prestasi Cemerlang Polda Jatim ungkap jaringan peredaran narkoba di dua Kota Besar Jatim meliputi Surabaya dan Sidoarjo

Kilas Balik Peristiwa

Sebelumnya dihebohkan dengan pemberitaan mengenai masalah mafia tanah yang menimpa keluarga Dino Patti Djalal, mantan Dubes RI di Amerika Serikat menceritakan pengalamannya yang berkali-kali menjadi korban mafia tanah.

Dino Patti Djalal mengaku sertifikat rumah ibunya yang berlokasi di Executive Paradise, Antasari, Jakarta Selatan beralih menjadi nama orang lain di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Satu lagi rumah keluarga saya dijarah komplotan pencuri sertifikat rumah. Tahu-tahu sertifikat rumah milik Ibu saya telah beralih nama di BPN padahal tidak ada AJB (akta jual beli), tidak ada transaksi, bahkan tidak ada pertemuan apapun dengan Ibu saya,” kata Dino Patti Djalal dalam Twitter resminya pada Rabu (10/2). [mtm]

Baca Juga : Lama Tak Terekpose, Keluarga Dino Patti Djalal Jadi Korban Mafia Tanah

Komentar

Berita Terkait