oleh

Polisi Bongkar Pengedar Narkoba dari Jerman dan Malaysia

matamatadot.com || Jakarta – Polisi bongkar pengedar narkoba dari Jerman dan Malaysia. Pelaku merupakan sindikat narkoba jaringan internasional. Polri membeberkan pengungkapanya tersebut dalam press release di Mabes Polri, Kamis (3/6/2021).

Ternyata dalam pengungkapan kasus narkoba jaringan internasional dari Jerman dan Malaysia. Bareskrim Polri berhasil temukan ekstasi jenis baru dengan berat per butir 0, 42 gr berasal dari Jerman. Sementara itu, pada penangkapan tadinya berat per butir ekstasi cuma 0, 25 gr.

Pengedar Narkoba dari Jerman dan Malaysia

Untuk kronologis pengungkapan pengedar narkoba dari Jerman. Direktur Tindak Pidana Bareskrim Polri Brigjen Krisno Holomoan Siregar berkata, ekstasi asal Jerman itu tidak cuma berbeda dari beratnya, namun pula rupanya hijau kekuningan.

Krisno menerangkan, menemukan sebanyak 13.865 ekstasi dari 9 terdakwa. 9 terdakwa itu merupakan SR ( 21 Th), IY( 46 Th), EM( 50 Th), MR( 23 Th), DB( 24 Th), JY( 46 Th), KV( 23 Th), UY( 39 Th), serta AW( 46 Th).

“Lokasi penangkapan mereka di Jakarta Pusat serta Jakarta Barat dengan total ekstasi 13.865 dan 3 buah hp.” kata Direktur Tindak Pidana Bareskrim Polri Brigjen Krisno Holomoan Siregar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis( 3/ 6/ 2021).

Krisno menerangkan, para pelaku menyelundupkan benda haram itu dengan lewat jasa pengiriman barang berbentuk mainan. Setelah itu, bandar di Jerman memanglah telah memahami ketentuan Mahkamah Agung menimpa hukuman pengedar narkoba sesuai pada berat benda sitaan.

“ Sengaja pelaku menyiasati dengan melebihkannya di tiap butir ekstasi buat mengakali vonis MA itu,” Terangnya.

Sedangkan, untuk kronologis pengungkapan pengedar narkoba dari Malaysia. Krisno membeberkan, penyidik pula membekuk pengedar 45 sabu asal Malaysia yang dibuat di Myanmar. Sabu tersebut hendak di edarkan pelaku ADT ( 44 Th), SW ( 25 Th), ES ( 45 Th), AN ( 45 Th), AI ( 39 Th), serta MJ( 44 Th).

Kemudian Keempat pelaku, katanya, memakai modus penyelundupan rute laut melewati Pantai laut timur Pulau Sumatera. Para pelaku mengemas sabu tersebut dengan kemasan teh hijau. Pelaku melakukan modus tersebut sudah 5 tahun terakhir.

Para pelaku terancam Pasal 114 ayat( 2) Jo Pasal 132 ayat( 1) UU No 35 Tahun 2005 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minima 6 tahun, optimal 20 tahun serta denda minimun Rp1 miliyar optimal Rp10 miliyar subsider sepertiga masa tahanan. [Dot]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait