oleh

Polisi Ringkus Pelaku Jual Beli Mobil Tanpa Dokumen Resmi di Jateng

MataMataDot.com || Semarang – Tertangkap Polisi karena jual beli mobil tanpa dokumen resmi alias palsu di Jawa Tengah (Jateng). Pelaku inisial ZA (52 Th), warga Kabupaten Tegal Jateng ini, harus berurusan dengan pihak berwajib.

Dalam pers release, pada Jum’at (11/9/2021), di Polda Jateng. Dir Reskrimum Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro mengungkapkan, Pihak Polisi telah mengamankan pelaku beserta barang bukti mobil di tiga TKP.

“Bersama pelaku kami sita tiga kendaraan roda empat di tiga TKP,” ungkap Dir Reskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro kepada media, Jumat (11/9/2021) siang.

Baca Juga : Polda Jateng Amankan Enam Pelaku Penganiayaan dan Pengerusakan di Surakarta, Delapan Pelaku lainnya Dalam Pengejaran

Dari aktivitas pelaku jual beli mobil tanpa dokumen, tambah Pria yang menjabat Dir Reskrimum Polda Jateng ini. Polisi telah menyita 1 KBM Toyota Sienta warna putih tahun 2018.

“KBM Sienta kami sita di Kabupaten Tegal. Sedangkan di Banyumas kami menyita 1 KBM Sienta putih tahun 2017 dan di Cilacap kami menyita 1 KBM Honda Mobilio putih tahun 2018. Tersangka palsukan semua dokumenya” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kombes Pol Djuhandani mengatakan, satu pelaku lain masih dalam pengejaran polisi alias berstatus DPO. Tersangka berinisial BJ, 51 tahun, merupakan warga Kabupaten Pekalongan.

Baca Juga : Polisi Ungkap Ratusan Kendaraan Bodong di Gudang Juwana Pati Jateng

“BJ menjalankan dua peran. Dia menyediakan KBM yang dilengkapi dokumen palsu serta menerima hasil penjualan KBM yang telah dijual saudara ZA,” ungkapnya.

Ia menegaskan pihaknya akan berusaha maksimal menangkap seluruh tersangka untuk mengungkap kasus ini dan menghimbau BJ segera menyerahkan diri.

“Sampai ke lubang semut pun kalau perlu akan kita cari. Untuk itu, kami himbau untuk menyerahkan diri,” tegasnya

Atas perbuatannya, tersangka telah melanggar pasal tentang pemalsuan surat sesuai yang tercantum dalam KUHP pasal 263 ayat (2) dan terancam 6 tahun kurungan penjara. [**]

Komentar

Berita Terkait