oleh

Polisi Tangkap Guru Cabul di Lamongan

matamatadot.com || Lamongan – Polisi tangkap Guru cabul di Lamongan. Kapolres Lamongan beberkan kronologisnya dalam Konferensi Pers ungkap pelaku kasus tindak pidana persetubuhan terhadap anak dan menyebarkan foto asusila di media sosial.

Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana, S.I.K, pimpin langsung kegiatan konferensi tersebut. Turut mendampingi Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP David Manurung, S.I.K dan Kasubabhumas Polres Lamongan Iptu Estu Windardi, SH di Loby Sat Reskrim Polres Lamongan, pada Rabu pagi (10/02/2021).

Guru Cabul di Lamongan

Polres Lamongan telah berhasil mengungkap pelaku kasus cabul dan penyebar foto asusila. Pelaku Inisial F (26 Th) sseorang guru voli di salah satu sekolah MA di Desa Dadapan Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan. Korban inisial DIF (17 Th) merupakan pelajar madrasah asal Desa Dadapan Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan.

Sementara itu, Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana, S.I.K menerangkan bahwa modus pelaku menyuruh korban untuk ke rumahnya. Dan berjanji membelikan ice cream dan mengajaknya makan-makan. Pada saat anak korban di rumahnya. Pelaku langsung merayu anak korban untuk melakukan hubungan badan, dan jika pelaku bersedia untuk bertanggung jawab.

Baca Juga : Polres Lamongan Tangkap Pol PP Pengedar Sabu, Tersangka Ternyata Positif Covid-19

“Awalnya kita dalami laporan dari korban, Lalu lakukan penyelidikan. Setelah unsurnya terpenuhi, Baru kita melakukan penangkap terhadap pelaku dirumahnya,” Ungkap Miko.

Perbuatan Cabul Pelaku Sudah Berkali-kali

Lalu, Miko menambahkan pelaku melakukan perbuatan cabul berkali-kali. Korban tidak menyadari jika pelaku telah merekam perbuatan cabul itu menggunakan Handpone miliknya. Lalu, rekaman video tersebut di screen shoot oleh pelaku dan menyebarkan kepada guru-guru keluarga dan teman-teman korban.

Menurut keterangan pelaku, Ia melakukan perbuatan cabul di rumahnya. Perbuatan cabul kepada korban sudah ia lakukan berkali kali. Lalu, Pelaku membujuk korban berjanji membelikan ice cream dan mengajaknya makan-makan.

Baca Juga : Pilih Jalan Alternatif Hindari Macet Tol Cipali KM 122, Kementerian PUPR : Bangun 2 lajur Sementara

Barang Bukti

Dan Polres Lamongan mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) buah BH warna merah muda, 1 (satu) buah celana dalam warna abu-abu, 1 (satu) buah kaos dalam warna putih. Lalu, 1 (satu) buah kaos warna putih, 1 (satu) buah kerudung warna coklat, 1 (satu) buah sarung motif batik warna merah hitam. Serta, 1 (satu) buah jaket sweeter warna hitam dan 1 (satu) buah handphone merk Samsung galaxy J3 Pro warna hitam milik saksi/guru.

Kemudian, untuk mempertanggungjawabkan tindakannya pelaku terancam Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pasal 81 ayat (1) dan (2) dan atau pasal 82 ayat (1). Dan Undang-Undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 45 ayat (1) dan Undang Undang Republik Indonesia nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi pasal 29. Dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. [mtm]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait