oleh

Polres Jombang Bongkar Business Prostitusi, Pelaku Asal Mojokerto

matamatadot.com || JombangPolres Jombang bongkar business prostitusi, pelaku asal Mojokerto. Mucikari asal Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto ini harus berurusan dengan polisi. Lantaran, perbuatan aktivitas business prostitusi di kawasan eks lokalisasi Desa Tunggorono Kecamatan Kabupaten Jombang, sudah meresahkan masyarakat sekitar.

Oleh sebab itu, Kepolisian Resort Jombang telah menetapkan perempuan bernama Anis Itasari (31 Th) tersebut menjadi tersangka atas perbuatannya.

Business Prostitusi

Soal business prostitusi tersebut, Menurut Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan, pelaku kita jerat pasal 296 KUHP. Sebab, pelaku ini bertindak sebagai mucikari.

“Pelaku yang sebagai mucikari ini, terjerat pasal 296 KUHP, barangsiapa pekerjaanya atau kebiasaanya, dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain.” Terang Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Teguh Setiawan, Jumat (11/6/2021).

Teguh Setiawan mengatakan, ketika penangkapan polisi memergoki ada pasangan pria dan wanita yang bukan suami istri di dalam satu kamar.

Kemudian, masih di lokasi tersebut, kata Teguh, juga dua orang wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) berinisial R (30 Th) warga Nganjuk dan DF (23 Th) asal Kediri.

“Saat penangkapan di rumah pelaku, kita pergoki pria dan wanita bukan suami istri dalam satu kamar. Dugaan mereka melakukan perbuatan cabul. Lalu, mereka kita amankan ke Mapolres Jombang untuk proses lebih lanjut.” Ungkap Teguh.

Menurut Teguh, tersangka Anis Itasari mengaku sudah menjalankan aktivitas business sebagai mucikari di eks lokalisasi Tunggorono sejak 2019 lalu. Dia menyediakan PSK dengan tarif Rp 150 ribu-Rp 200 ribu. Setiap transaksi, dia menerima setoran sebesar Rp 25 ribu.

Kemudian, di Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya 1 sprei warna biru motif doraemon, 1 bungkus tisu, 2 HP, 1 bungkus kondom bekas pakai, 1 kaos lengan pendek warna putih, 1 jumpsuit warna hijau serta uang tunai sebesar Rp 150.000.

“Atas perbuatanya tersangka terjerat pasal 296 KUHP, barangsiapa pekerjaanya atau kebiasaanya , dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain.” Pungkasnya. [Dot]

Komentar

Berita Terkait