oleh

Polresta Mojokerto Ungkap Pelaku Curanmor Jaringan Antar Kota

MataMataDot.com || MojokertoPolresta Mojokerto menggelar pers release ungkap kasus komplotan pelaku pencurian motor (Curanmor) dengan sasaran kos dan rumah.

Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan, pada Rabu (8/9/2021), memimpin langsung pres realese pengungkapan kasus spesialis curanmor jaringan antar kota.

Dugaan pelaku Ada 4 orang, namun untuk sementara pihak Polisi berhasil meringkus 3 pelaku dan 1 orang DPO. Pelaku curanmor tersebut yakni AR dan ER keduanya warga Kecamatan Pasrepan dan SA Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.

Satunya lagi adalah salah seorang remaja yang masih di bawah umur. “Satu orang masih kita buru. Pelaku yang DPO ini merupakan pelaku utamanya atau eksekutor dalam pencurian motor antar kota atau kabupaten,” kata Rofiq, Rabu (8/9/2021).

Sindikat Pelaku Curanmor di Wilayah Mojokerto Kota

Mantan Kapolres Pasuruan ini menjelaskan, cara kerja sindikat pelaku curanmor di wilayah Mojokerto Kota Ini. Dengan cara merusak lubang kunci kendaraan yang posisi terparkir di rumah atau kos, Kasus ini masih dalam proses pengembangan dan akan berkelanjutan.

“Mereka mencari sasaran lalu merusak lubang kunci dengan kunci leter T dan L yang sudah disiapkan oleh para pelaku.” kata ungkap AKBP Rofiq

Lebih lanjut, Alumni Akpol 2001 ini, membeberkan alasan Polisi harus memberi timah panas kepada pelaku. Polisi terpaksa menghadiahi kedua kaki pelaku dengan tembakan karena melarikan diri saat saat penangkapan.

“Saat Proses penangkapan, kita sudah memberi peringatan, namun bersangkutan melarikan diri, kita harus memberi tindakan terukur.” tegasnya

Dalam Pers release ini, Kapolresta Mojokerto menghadirkan langsung korban pencurian Wahyu Aji Saputra asal kecamatan Brebek Nganjuk yang bekerja di perusahaan swasta yang telah kehilangan sepeda motornya hari Senin (30/08/21) di Tempat Kost.

“Saya merasa senang, terimakasih Polresta Mojokerto, sudah berupaya menemukan sepeda dan menangkap pelaku semoga lebih giat lagi, dan sepeda motor ini baru dua kali angsuran tapi sekarang saya merasa senang bisa ketemu,” ucap Wahyu Aji Saputra.

Atas perbuatannya, Tersangka terjerat pasal 363 ayat 2, Pencurian dengan pemberatan dengan ancaman pidana 9 tahun penjara. [Dot]

Komentar

Berita Terkait