oleh

SAMR Denda Perusahaan Tencent Atas Monopoli Pasar Musik Online

MataMataDot.com || SurabayaRegulator Pasar Cina larang dan denda perusahaan Tencent dari perjanjian hak cipta musik ekslusif. Sebab, Cina Music Corporation telah mengakuisisi, namun pihak Tencent telah melakukan praktik pasar tidak adil di Pasar Musik Online.

Melansir dari Reuters, Pemerintah Cina telah gencar meningkatkan tindakan antimonopoli dalam beberapa bulan terakhir terhadap perusahaan teknologi besar negara itu. Termasuk denda $2,75 miliar pada raksasa e-commerce Alibaba sebab terlibat dalam perilaku anti-persaingan.

Tencent dan Tencent Music Entertainment Group, mengatakan mereka akan mematuhi keputusan dan mematuhi semua persyaratan peraturan.

Dalam postingan di situs resminya, pada Sabtu (24/7/2021). Administrasi Negara Regulasi Pasar (SAMR) mengatakan telah menyelidiki aktivitas Tencent di pasar platform penyiaran musik online di Cina. Di mana hak cipta musik adalah aset inti.”

Pada pertengahan Juli, regulator antimonopoli akan memerintahkan cabang streaming musik Tencent untuk menyerahkan hak eksklusif kepada label musik untuk bersaing dengan saingan yang lebih kecil.

“Tencent memegang lebih dari 80% sumber daya perpustakaan musik eksklusif setelah akuisisi. Dan meningkatkan pengaruhnya terhadap pihak hak cipta hulu dan memungkinkannya membatasi pendatang baru.” Ungkap regulator pasar Cina.

SAMR mengatakan Tencent dan perusahaan afiliasinya tidak boleh terlibat dalam perjanjian hak cipta eksklusif dengan pemilik hulu dari hak tersebut. Sementara itu, mereka harus menghentikan perjanjian yang ada dalam waktu 30 hari sejak pemberitahuan peraturan.

Bahkan, Regulator juga memerintahkan Tencent untuk membayar denda 500.000 yuan ($77.150).

“Awal bulan ini, rencana akan memblokir Tencent untuk menggabungkan dua situs streaming videogame teratas di negara itu, Huya dan DouYu. Dengan alasan antimonopoli.” Tegas regulator. [Dot]

Komentar

Berita Terkait