oleh

Sejarah Lagu Indonesia Raya Ciptaan W.R. Soepratman

Lagu Indonesia raya menjadi lagu wajib yang harus dinyanyikan setiap pelaksanaan upacara bendera dan menjadi lagu wajib setiap merayakan hari kemerdekaan negara Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus.

Lagu Indonesia Raya dinyanyikan sebagai “pernyataan perasaan nasional”. Peran lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai pengejawantahan jiwa bangsa pun masih terekam dengan baik dalam Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 1958.

Pencipta Lagu Indonesia Raya adalah Wage Rudofl Soepratman.

Wage Rudofl Soeratman merupakan anak dari Senen yang merupakan seorang sersan di Batalyon VIII.

WR Soepratman memiliki saudara berjumlah enam. Tahun 1914 Soepratman ikut saudara perempuannya yang bernama Roekijem untuk bersekolah ke Makasar. Ia kemudian disekolahkan oleh suami kakaknya terebut.

WR Soepratman belajar tentang Bahasa Belanda di seklah malam yang dilakukan selama tiga tahun kemudian ia juga bersekolah di Normalschool di Makassar hingga selesai. Kemudian Soepratman bekerja pada sebuah perusahaan dagang di Makasar kemudian pindah ke Bandung dan bekerja sebagai wartawan.

WR Soepratman kemudian tetap menggeluti profesinya sebagai wartawan hingga ia pindah lagi ke Jakarta. Di Jakarta ini kemudian ia mulai berkenalan dengan tokoh-tokoh muda dan kemudian ia juga mulai tertarik dengan pergerakan nasional. Kemudian rasa tak suka terhadap penjajah terutama pada Belanda semakin tumbuh pada Soepratman hingga ia menuangkan dalam sebuah buku Perawan Desa.

Karena buku itu kemudian ia dipindahkan ke Sengkang karena buku yang ia buat tersebut kemudian disita dan dilarang untuk beredar oleh Belanda. Soepratman kemudian pindah lagi ke Makasar.

Disana ia mendapatkan pengetahuan tentang musik karena kakaknya yang bernama Roekijem merupakan seorang yang begitu gemar dengan pertunjukan sandiwara dan biola. Ia juga mendapatkan pengetahuan dari Willem Ven Eldik yang merupakan suami dari kakak perempuannya tersebut.

Lagu Indonesia Raya merupakan lagu yang ia ciptakan setelah ia membaca sebuah surat kabar yang menantang para ahli musik Indonesia menciptakan lagu kebangsaan.

WR Soepratman mulai membuat sebuah lagu dan kemudian pada tahun 1924 saat Soepratman berusia 21 tahun ia telah melahirkan lagu Indonesia Raya tersebut.

Karena lagu Indonesia Raya yang ia ciptakan, ia juga selalu menjadi salah satu orang Indonesia yang paling dicari dan diburu oleh tentara dan polisi Hindia Belanda. Hingga akhirnya ia lari ke Surabaya dan kemudian jatuh sakit di kota tersebut. Lagu terakhir yang menjadi lagu ciptaan dari Soepratman adalah lagu “Matahari Terbit” pada awal tahun 1938.

Kemudian ia ditangkap oleh pasukan Hindia Belanda setelah memperdengarkan lagu terakhirnya tersebut bersama dengan pandu-pandu di NIROM jalan Embong Malang-Surabaya.

Mereka membawa Soepratman ke penjara Kalisosok-Surabaya. Kemudian WR. Soepratman wafat pada tanggal 17 Agustus 1928 karena sakit. Hingga akhir semasa hidupnya diketahui jika Soepratman tidak pernah beristri dan juga tidak pernah mengadopsi seorang anak.

Lagu Indonesia Raya 3 Stanza

Lagu Indonesia Raya 1 Stanza

Komentar

Berita Terkait