oleh

Soal Uji Kompetensi Bidan Askeb nifas dan KB, Dilengkapi Pembahasan

Bagi anda mahasiswa kebidanan yang akan mengikuti uji kompetensi bidan, soal-soal uji kompetensi (UKOM) di bawah ini bisa anda kerjakan sebagai persiapan sebelum mengerjakan soal uji kompetensi yang sesungguhnya.

  1. Seorang perempuan, umur 20 tahun, P1A0, nifas 1 hari di puskesmas PONED tampak sedih bila dekat dengan bayinya. Riwayat persalinan vakum ekstraksi dengan indikasi kala II melampaui 60 menit. Hasil anamnesis: Berulang-ulang mengatakan kehamilan dan persalinan ini menyiksa dirinya, ibu sangat gelisah dan menolak menyusui. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 88 x/menit, S 36,20C,
    Sikap apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
    A. Membiarkan pasien sendiri
    B. Memberikan dukungan psikologi
    C. Menganjurkan istirahat agar pikiran tenang
    D. Merujuk ibu untuk konsultasi dengan psikolog
    E. Membujuk agar mau berinteraksi dengan bayinya
  2. Seorang perempuan, umur 23 tahun, P1A0, nifas 1 hari di BPM, khawatir ASI tidak cukup untuk kebutuhan bayinya. Hasil anamnesis: ASI belum keluar, bayi menangis terus. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 84X/menit, P 20x/menit, S 36.70C, mammae lembek, kolostrum (+), TFU 2 jari bawah pusat, kontraksi uterus keras.
    Pendidikan kesehatan apakah yang paling paling tepat pada kasus tersebut?
    A. Tetap menyusui
    B. Istirahat yang cukup
    C. Perawatan payudara
    D. Teknik menyusui yang benar
    E. Makan makanan mengandung zat besi
  3. Seorang perempuan, umur 24 tahun, P2A0 nifas 14 hari, datang ke BPM dengan keluhan demam sejak dua hari yang lalu. Hasil anamnesis: riwayat melahirkan normal, payudara bengkak, tegang dan nyeri, bayi tidak mau menyusu. Hasil pemeriksaan: TD 100/70mmHg, S38.80C, N92x/menit, P22x/ menit, payudara keras, kemerahan dan nyeri saat dipalpasi.
    Diagnosismungkinapakahyangpalingtepat pada kasustersebut?
    A. Tumor
    B. Abses
    C. Mastitis
    D. Retraksi puting
    E. BendunganASI
  4. Seorang perempuan, umur 26 tahun, P2A0 nifas 5 hari, datang ke BPM dengan keluhan payudara bengkak. Hasil anamnesis: nyeri jika disentuh, bayi tidak mau menyusu, riwayat melahirkan normal, IMD tidak berhasil. Hasil pemeriksaan: TD 110/70mmhg, S 37,5⁰C, P 20x/menit, N 82x/menit, tampak puting susu masuk kedalam, payudara tegang dan keras.
    Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
    A. Abses payudara
    B. Infeksi mammae
    C. Bendungan ASI
    D. Retraksi nipple
    E. Mastitis
  5. Seorang perempuan, umur 21 tahun, P1A0, nifas 4 hari, datang ke BPM mengeluh nyeri puting susu saat menyusui. Hasil anamnesis: ASI cukup. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N80x/menit, P22x/menit, S36,40C, kedua payudara keras dan puting susu lecet, TFU1/2 pusat simfisis, kontraksi uterus baik, lochea rubra.
    Tindakan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
    A. Menganjurkan sementara tidak menyusui
    B. Mengajarkan posisi menyusui
    C. Menganjurkan memerahASI
    D. Memberi salep antibiotika
    E. Memberi obat anti nyeri
  6. Seorang perempuan, umur 28 tahun, P2A0 nifas 3 hari, datang ke BPM dengan keluhan kepala pusingsejak 1 hari yang lalu. Hasil anamnesis: riwayat melahirkan secara spontan, perdarahan banyak setelah melahirkan, dan lemas. Hasil pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, N 88x /menit, P 20x/menit, S 36,2 0 C, TFU 2 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik, lochea rubra, Hb 9gr/dL.
    Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
    A. Trombocitopenia
    B. Leukocitopenia
    C. Thalasemia
    D. Leukemia
    E. Anemia
  7. Seorang perempuan, umur 28 tahun, P2A0 nifas 2 hari di RS. Hasil anamnesis: Ibu merasa pusing dan lemas sejak 2 hari ini, riwayat melahirkan spontan dan perdarahan post partum 600 cc. Hasil pemeriksaan: KU tampak pucat, TD 100/70 mmHg, N 88x /menit, P20 x/menit, S 36,60C, TFU 2 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik, lochea rubra.
    Pemeriksaan penunjang apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
    A. Gula darah
    B. Kimia darah
    C. Biakan darah
    D. Haemoglobin
    E. Urine lengkap
  8. Ny. Erna umur 29 tahun, P 30003, melahirkan di BPS 4 jam yang lalu, persalinan normal, bayi hidup perempuan Bb/PB 3000gram/50 cm. Ny. Erna merasa tidak tahan kalau tidur terus, ia ingin turun dari tempat tidur dan mencoba berjalan. karena keadaan Ny. Erna baik, perdarahan hanya sedikit, maka Bidan mengijinkan untuk duduk, kemudian berjalan.
    Tujuan mobilisasi dini bagi Ny. Erna adalah
    A. Segera ganti suasana
    B. Mempercepat proses involusi
    C. Agar klien dapat segera mandiri sendiri
    D. Agar klien dapat segera menemui keluarga yang menunggu
    E. Mempercepat proses penyembuhan
  9. Ny. Diana 21 tahun, post partum hari ke-7, suhu 37° C, nadi 88x per menit, tekanan darah 110/70 mmHg, fundus uteri pertengahan simphisis pusat, lochea sedikit kecoklatan.
    Berdasarkan data diatas, Ny. Diana memasuki periode nifas :
    A. Puerperium dini
    B. Puerperium lanjutan
    C. Puerpurium akhir
    D. Remote puerperium
    E. Puerperium intermediate
  10. Seorang perempuan umur 26 tahun P2012 post partum hari ke-3 datang ke puskesmas dengan keluhan demam sejak 6 jam yang lalu. Keluhan disertai bau busuk pada darah nifas. Pemberian ASI tidak terganggu. KU agak lemah, TD 110/70 mmHg, N 88x/menit, S 38°C, P 20x/menit. Abdomen lemas, TFU 2 jari bawah pusat, kontraksi lembek. Lochea tampak kecoklatan, bau busuk, jumlah setengah pembalut.
    Apa diagnosis yang paling mungkin pada kasus tersebut?
    A. Infeksi Saluran Kencing
    B. Infeksi Puerpurium
    C. Vaginitis
    D. Servisitis
    E. Vulvitis
  11. Seorang perempuan usia 27 tahun P3 A0 post partum 2 jam lalu di BPM. TD 120/80 mmHg, N 88 x.mnt, S 37°C, TFU setinggi pusat, kontraksi uterus baik, kandung kencing kosong, lochea rubra dan pengeluaran darah + 50 cc. Enam jam kemudian, bidan melakukan pengawasan postpartum dan memberikan konseling untuk terus menyusui bayi.
    Apakah tujuan konseling tersebut?
    A. Mengurangi rasa sakit
    B. Membantu proses involusi
    C. Mempercepat eliminasi ibu
    D. Merangsang hormon estrogen alamiah
    E. Merangsang pengeluaran hormon progesteron alamiah
  12. Seorang perempuan umur 24 tahun, P1 A0 post partum hari ke – 5 datang ke RS dengan keluhan tidak bisa merawat bayi, ibu tidak mau memberikan ASI, tidak sabar dan merasa tidak bisa menjadi ibu yang baik bagi bayinya. KU baik, dari hasil pemeriksaan didapatkan T 110/90 mmHg, suhu 36,9OC, nadi 88 x/m, payudara keluar ASI dan pemeriksaan lain-lain dalam batas normal.
    Dari kasus di atas kondisi apa yang dialami oleh ibu?
    A. Psikosis
    B. Skizofrenia
    C. Post partum blues
    D. Depresi Post Partum
    E. Post partum syndrom
  13. Seorang perempuan umur 27 tahun, P2 A0 6 jam di RS, dengan keluhan mules pada perut terutama saat menyusui. Bayi lahir spontan, hidup, jenis kelamin laki-laki, post partum normal. KU baik TD 120/80 mmHg, N 88x/menit S 37oC, P 20x/menit, TFU 2 jari di bawah pusat, kontraksi uterus kuat. Payudara membesar, simetris kanan dan kiri, putting susu menonjol, kolostrum sudah keluar. Perdarahan setengah pembalut
    Berdasarkan kasus di atas, asuhan apa yang paling tepat diberikan pada 6-8 jam nifas?
    A. Konseling KB
    B. Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyulit
    C. Mencegah perdarahan masa nifas
    D. Menilai tanda-tanda infeksi nifas
    E. Pemberian konseling perawatan bayi baru lahir
  14. Seorang perempuan umur 26 tahun datang ke BPM untuk menggunakan alat kontrasepsi. Hasil anamnesis: telah melahirkan 2 bulan yang lalu, anak 1, menyusui bayinya secara ekslusif. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 90x/menit, P 24x/menit S 36,70C, tanda-tanda kemungkinan hamil (-), terdapat varises dikaki.
    Alat kontrasepsi apakah yang paling sesuai pada kasus tersebut?
    A. AKDR
    B. AKBK
    C. MOW
    D. Pil kombinasi
    E. Suntik kombinasi
  15. Seorang perempuan umur 27 tahun datang ke BPM. Mengeluh ingin memakai kontrasepsi tetapi yang tidak mengganggu produksi ASI. Hasil anamnesis: mengaku melahirkan 6 bulan yang lalu dan selama ini memberikan ASI ekslusif dan belum pernah haid. Berdasarkan hasil pemeriksaan Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 150/100 mmHg, N 90x/menit, P 24x/menit S36,70C.
    Alat kontrasepsi apakah yang paling tepat sesuai kasus tersebut ?
    A. MAL
    B. AKBK
    C. AKDR
    D. Minipil
    E. Suntik 1 bulan
  16. Seorang perempuan umur 30 tahun datang ke BPM. Mengatakan ingin memakai kontrasepsi untuk mengatur jarak kehamilan yang tidak mengganggu ASI. Hasil anamnesis: melahirkan anak pertama 6 bulan yang lalu, selama ini memberikan ASI ekslusif dan belum pernah haid. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 90x/menit, P 24x/menit S 36,70C.
    Alat kontrasepsi apakah yang paling tepat untuk kasus diatas?
    A. Suntik 1 bulan
    B. Suntik 3 bulan
    C. Pil kombinasi bifasik
    D. Pil kombinasi trifasik
    E. Pil kombinasi minifasik
  17. Seorang perempuan,umur 26 tahun,akseptor IUD, datang ke BPM dengan keluhan sejak 2 bulan yang lalu tidak haid. Hasil anamnesis: nyeri perut bagian bawah, perut terasa membesar. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 90x/menit, P 24x/menit S 36,70C, palpasi TFU belum teraba, inspekulo benang IUD masih terlihat.
    Tindakan awal apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?
    A. Mencabut IUD
    B. Memberikan konseling
    C. Melakukan tes kehamilan
    D. Memberikan terapi hormon
    E. Merujuk ke dokter kandungan
  18. Seorang perempuan, umur 28 tahun, akseptor KB suntik, datang ke BPM dengan keluhan selama 3 bulan ini mengeluarkan bercak darah berwarna merah kecoklatan dari jalan lahir. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 90x/menit, P 24x/menit, S 36,70C, tidak ada masa pada abdomen, tampak bercak darah(+).
    Efek samping apakah yang sedang dialami pada kasus tersebut?
    A. Spotting
    B. Menoragia
    C. Metroragia
    D. Haemoragia
    E. Menometroragia
  19. Seorang perempuan, umur 30 tahun, P2A0, nifas 6 minggu datang ke BPM untuk konsultasi. Hasil anamnesis: tidak cocok menggunakan metode hormonal, suami bekerja di luar kota, berencana memberikan ASI eksklusif, memiliki riwayat infeksi panggul dan dismenorhoe, sudah mendapatkan haid dan belum berhubungan seksual. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/70 mmHg, N 80 x/ menit, S 370C, P 20 x/menit, TFU tidak teraba.
    Metode kontrasepsi apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
    A. MAL
    B. AKDR
    C. Kondom
    D. Pil
    E. Senggama terputus
  20. Seorang perempuan, umur 37 tahun, P5A1, datang ke BPM bersama suaminya untuk berkonsultasi mengenai metode KB. Hasil anamnesis: menstruasi teratur, siklus 28 hari, anak terkecil 2 tahun, memiliki riwayat preeklamsia dan perdarahan postpartum serta berencana tidak ingin menambah anak. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 80 x/ menit, P 20 x/menit, abdomen tidak teraba massa.
    Metode kontrasepsi apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
    A. Pil
    B. AKBK
    C. Suntik
    D. MOW
    E. Kondom
  21. Seorang perempuan, umur 45 tahun, datang ke BPM mengeluh terlambat haid 2 bulan. Hasil anamnesis: haid tidak teratur sejak 4 bulan terakhir, akseptor AKDR, sering merasakan panas, memerah, dan berkeringat pada wajah. Hasil pemeriksaan: TD 120/80mmHg, N 80 x/menit, S 36,5°C, abdomen tidak teraba adanya massa.
    Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
    A. Perimenopause
    B. Polimenorhoe
    C. Menopause
    D. Amenorhoe
    E. Hamil
  22. Seorang perempuan, umur 48 tahun, datang ke Puskesmas mengeluh haid sangat banyak. Hasil anamnesis: pusing, lemas, haid selama 10 hari, siklus tidak teratur, akseptor AKDR. Hasil pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, N 880x/menit, P 20x/menit, S 370C, abdomen tidak teraba massa, darah mengalir dari OUI, pemeriksaan lab Hb 8gr%.
    Tindakan awal apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
    A. Rujuk ke RS
    B. Pasang infuse
    C. Melepas AKDR
    D. Memberikan pil KB
    E. Memberikan tablet besi
  23. Seorang perempuan, umur 30 tahun, P2A0, nifas 6 minggu, datang ke BPM untuk konsultasi KB. Hasil anamnesis: berencana ASI eksklusif, riwayat infeksi panggul, dismenorhoe, belum haid dan belum berhubungan seksual. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 170/100 mmHg, N 80 x/menit, S 370C, P 20 x/menit, TFU tidakteraba.
    Metode kontrasepsi apakah yang tepat pada kasus tersebut?
    A. Kondom
    B. AKDR
    C. AKBK
    D. Suntik
    E. Pil
  24. Seorang perempuan umur 28 tahun akseptor KB suntik 3 bulan dating ke BPM, mengeluh selama 3 bulan ini tidak mengalami menstruasi. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 80x/menit, P 20x/menit S 36,70C, tanda-tanda kemungkinan hamil(-).
    Efek samping apakah yang sedang dialami pada kasus tersebut?
    A. Menometroragia
    B. Haemoragia
    C. Metroragia
    D. Amenorhea
    E. Spoting
  25. Seorang perempuan umur 27 tahun datang ke RS untuk memakai kontrasepsi. Hasil anamnesis: mengaku melahirkan 4 bulan yang lalu, anak pertama, belum pernah haid, penyakit radang panggul (+), sedang pengobatan TB 6 bulan dan ARV, menyusui eksklusif. Berdasarkan hasil pemeriksaan : KU baik, TD 110/70 mmHg, N 80x/menit, P 20x/menit S 36,70C.
    Alat kontrasepsi apakah yang paling tepat sesuai kasus tersebut?
    A. AKBK
    B. AKDR
    C. Pil progestin
    D. Pil kombinasi
    E. Suntik kombinasi
  26. Seorang perempuan umur 30 tahun datang ke BPM. Mengeluh mengalami spotting sejak 4 bulan terakhir. Hasil anamnesis: mengaku akseptor KB Indoplant sejak 7 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 110/70mmHg, N 80 x/menit, S: 370C dan P: 20x/menit.
    Tindakan apakah yang tepat pada kasus tersebut?
    A. Anjurkan untuk ganti alat kontrasepsi
    B. Pemberian ibuprofen 3 x 1000 mg selama 3 hari
    C. Pemberian tablet tambah darah
    D. Pemberian pil kombinasi selama 1 siklus
    E. Dilakukan pelepasan indoplant
  27. Seorang perempuan umur 30 tahun datang ke BPM. Mengatakan ingin memakai kontrasepsi untuk mengatur jarak kehamilan yang tidak mengganggu ASI. Hasil anamnesis: melahirkan anak pertama 6 bulan yang lalu, selama ini memberikan ASI ekslusif dan belum pernah haid.. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 170/100 mmHg, N 90x/menit, P 24x/menit S 36,70 C.
    Alat kontrasepsi apakah yang paling tepat untuk kasus diatas?
    A. AKDR
    B. AKBK
    C. Suntik DMPA
    D. Pil kombinasi
    E. Suntik kombinasi
  28. Bidan melakukan pendataan ke desa, didapatkan seorang perempuan umur 45 tahun mempunyai anak 3. Pada saat dilakukan pendataan ibu mengatakan menggunakan alat kontrasepsi suntik selama 10 tahun. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 90x/menit, P 24x/menit S 36,70C.
    Rencana asuhan apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?
    A. Tidak melakukan intervensi apapun
    B. Memberikan pujian atas usaha ibu
    C. Melakukan koordinasi dengan kader
    D. Konseling penggantian jenis kontrasepsi
    E. Mengingatkan untuk kunjungan ulang penyuntikan
  29. Seorang perempuan umur 19 tahun datang ke BPM untuk menunda kehamilan.Hasil anamnesis: telah menikah 2 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 90x/menit, P 24x/menit S 36,70C., pp tes (-). Bidan telah melakukan informed choice kepada klien mengenai alat kontrasepsi.
    Tindakan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
    A. Anamnesis lengkap
    B. Konseling
    C. Informed consent
    D. Pelayanan kontrasepsi
    E. Memberitahu jadual kunjungan ulang
  30. Seorang perempuan umur 28 tahun datang ke RS untuk mengikuti program KB. Hasil anamnesis: mengaku sudah mempunyai anak umur 5 tahun. Hasil pemeriksaan fisik KU baik, TD 120/80 mmHg, Pernafasan 22 x/ menit, S 37oC, N 84 x/menit, PP test (-). Pasien memiliki riwayat tumor payudara
    Alat kontrasepsi yang paling sesuai untuk klien tersebut?
    A. Pil
    B. IUD
    C. MOW
    D. Suntik
    E. Implant
  31. Seorang perempuan umur 20 tahun datang bersama suaminya, ke BPM. Mengatakan ingin ber-KB. Hasil anamnesis: baru menikah 1 bulan yang lalu, ingin menunda kehamilan selama 1 tahun. KU baik, TD 120/80 mmHg, N 80x/menit, P 20x/menit S 36,70C, tidak ada tanda-tanda kehamilan. PP test(-)
    Alat kontrasepsi apakah yang paling tepat pada kasustersebut?
    A. Pil
    B. IUD
    C. Suntik progrestin
    D. Kondom
    E. Metode kalender
  32. Seorang perempuan, umur 27 tahun, akseptor IUD, datang ke BPM dengan keluhan sejak dua bulan yang lalu tidak haid. Hasil anamnesis: nyeri peru bagian bawah. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 80x/ menit, P 24x/menit S 36,70C, palpasi TFU belum teraba, inspekulo benang IUD masih terlihat.
    Tindakan awal apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?
    A. Mencabut IUD
    B. Memberikan konseling
    C. Melakukan tes kehamilan
    D. Memberikan terapi hormon
    E. Merujuk ke dokter kandungan
  33. Seorang perempuan, umur 25 tahun, akseptor KB pil, datang bersama keluarga ke puskesmas dengan keluhan muntah-muntah. Hasil anamnesis: baru menggunakan pil 2,5 bulan yang lalu, muntah disertai diare, tidak memakan makanan yang menyebabkan diare. Hasil pemeriksaan: KU ibu baik, TD 100/60 mmHg, N 70x/menit, P 28x/menit, S 37,0C, tidak teraba masa pada abdomen.
    Rencana asuhan apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?
    A. Menganjurkan berhenti minum pil untuk sementara
    B. Rawat inap untuk observasi fisik
    C. Memberikan obat anti mual
    D. Mengganti kontrasepsi
    E. Rujuk ke RS
  34. Seorang perempuan, umur 26 tahun, P2A0, akseptor KB pil, datang bersama keluarga ke BPM dengan keluhan lupa minum pil 1 hari. Hasil anamnesis: anak terkecil 3 tahun, menstruasi teratur setiap bulan, ibu merasa khawatir. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 110/70 mmHg, N 80x/menit, P 24x/menit, S 36,80C, tidak ada masa pada abdomen.
    Rencana asuhan apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?
    A. Lanjutkan minum pil sesuai jadwal
    B. Ganti cara kontrasepsi
    C. Minum 2 pil sekaligus
    D. Berhenti minum pil
    E. Minum pil kondar
  35. Seorang perempuan, umur 36 tahun, P1A0, akseptor KB pil, datang ke BPM karena lupa minum kontrasepsi oral selama 2 hari berturut-turut. Hasil anamnesis: 10 jam yang lalu sudah berhubungan dengan suaminya, ibu merasa khawatir takut hamil. Hasil pemeriksaan: KU baik, TTV dalam batas normal.
    Asuhan apakah yang paling tepat untuk kasus tersebut?
    A. Konseling untuk kontrasepsi darurat
    B. Melanjutkan konsumsi pil yang tersedia
    C. Memberikan konseling KB pengganti
    D. Menganjurkan pemeriksaan USG
    E. Meminta ibu melanjutkan pil berikutnya
  36. Seorang perempuan, umur 24 tahun, datang ke BPM dengan keluhan ingin menunda kehamilan selama 2 tahun. Hasil anamesis: telah menikah 1 bulan yang lalu, saat ini sedang menstruasi. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD120/80 mmHg, N 90x/menit, P 24x/menit, S 36,70C, tidak ada pembesaran abdomen.
    Alat kontrasepsi apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
    A. Pil
    B. Suntik
    C. AKDR
    D. AKBK
    E. MOW
  37. Seorang perempuan, umur 26 tahun, P2A0, datang ke RS dengan keluhan bercak darah (spotting) sudah 2 minggu. Hasil anamnesis: saat ini akseptor KB implant, dipasang 1 bulan lalu, tidak ada nyeri dan rasa pusing. Hasil pemeriksaan: BB: 54 kg, TB 160 cm, TD 110/70 mmHg, N 80x/menit, abdomen tidak teraba massa, inspekulo terdapat bercak darah dari ostium uteri internum
    Kondisi apakah yang paling mungkin dialami pasien pada kasus tersebut?
    A. Obesitas
    B. Erosi porsio
    C. Proses nidasi
    D. Gangguan hormonal
    E. Efek samping kontrasepsi
  38. Seorang perempuan, umur 28 tahun, datang ke BPM dengan keluhan batang susuk keluar. Hasil anamnesis: pemasangan KB susuk dilakukan 2 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 110/80 mmHg, P 22 x/menit, N 84x/menit, S36,80C, tampak implant diujung luka pemasangan, tidak ada tanda infeksi.
    Tindakan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
    A. Menyarankan untuk mengganti metode
    B. Kolaborasi dengan dokter untuk penangannnya
    C. Membiarkan batang susuk dan segera rujuk ke RS
    D. Mencabut dan mengganti batang susuk
    E. Konseling
  39. Seorang perempuan, umur 30 tahun, P2A0, usia anak terakhir 4 bulan datang ke BPM untuk konsultasi. Hasil anamnesis: tidak cocok menggunakan metode hormonal, suami bekerja di luar kota, berencana memberikan ASI eksklusif, memiliki riwayat infeksi panggul dan dismenorhoe, sudah mendapatkan haid dan belum berhubungan seksual. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/70 mmHg, N 80 x/ menit, S 370C, P 20 x/menit, TFU tidak teraba.
    Metode kontrasepsi apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
    A. MAL
    B. AKDR
    C. Kondom
    D. Pil kombinasi
    E. Senggama terputus
  40. Seorang perempuan, umur 37 tahun, P4A0, datang ke BPM bersama suaminya untuk berkonsultasi mengenai metode KB. Hasil anamnesis: menstruasi teratur, siklus 28 hari, anak terkecil 1 tahun, memiliki riwayat preeklamsia dan perdarahan postpartum serta berencana tidak ingin menambah anak. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 80 x/ menit, P 20 x/menit, abdomen tidak teraba massa.
    Metode kontrasepsi apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
    A. Pil
    B. AKBK
    C. Suntik
    D. MOW
    E. Kondom
  41. Seorang perempuan, 26 tahun mempunyai anak 1 tahun dan masih sedang menyusu, datang ke BPM ingin menjadi akseptor KB dengan metode jangka panjang 5 tahun. Ibu juga mengeluh sering merasa nyeri apabila sedang haid, hasil pemeriksaaan T : 110/80 mmHg, N : 80x/mnt, P : 24 x/mnt. Kontrasepsi apakah yang sesuai dengan kasus tersebut diatas ?
    A. Pil
    B. Suntik
    C. MOW
    D. AKBK
    E. AKDR
  42. Seorang perempuan, umur 20 tahun, datang ke BPM konsultasi KB sederhana. Hasil anamnesis: baru menikah dan belum melakukan hubungan seksual. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 90/60mmHg, N 80x/menit, P 20 x/menit, S 360C. Konjungtiva merah muda, payudara tidak ada pembesaran, abdomen tidak ada pembesaran uterus.
    Alat kontrasepsi apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
    A. AKBK
    B. Kondom
    C. AKDR
    D. Metode kalender
    E. Senggama terputus
  43. Seorang perempuan, umur 26 tahun, P2A0 postpartum 6 minggu, dating bersama pasangannya ke BPM untuk ber-KB. Hasil anamnesis: pernah gagal IUD, sedang pengobatan sirosis hepatis. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD110/70mmHg, N80x/menit, P20 x/ menit, S 360C. Konjungtiva merah muda, sklera kuning, payudara tidak ada pembesaran, abdomen tidak ada pembesaran uterus, terdapat pembesaran hati.
    Alat kontrasepsi apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
    A. Pil
    B. Suntik
    C. AKDR
    D. AKBK
    E. Kondom
  44. Seorang perempuan, umur 33 tahun, P3A0, postpartum 30 hari, datang ke BPM untuk ber-KB. Hasil anamnesis: tidak mempunyai riwayat penyakit, ibu bingung memilih alat kontrasepsi yang tepat.Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, N 80 x/m, P 24 x/m, S 360C.
    Hak klien apakah yang harus diberikan sesuai kasus tersebut?
    A. Pemberian informasi mengenai jenis KB
    B. Pengambilan keputusan pemilihan kontrasepsi
    C. Pelayananan pemeriksaan penunjang
    D. Pendampingan oleh pasangan
    E. Efek Samping KB
  45. Seorang perempuan, umur 47 tahun, datang ke Posbindu dengan keluhan haid yang tidak teratur sejak 6 bulan terakhir. Hasil anamnesis: haid terakhir 2 bulan yang lalu, akseptor AKDR, sering susah tidur, banyak berkeringat di malam hari, serta ibu merasa sangat khawatir. Hasil pemeriksaan: TD 130/90 mmHg, N 88 x/menit, S 36,7°C, abdomen tidak teraba adanya massa, PP test(-).
    Pendidikan kesehatan apakah yang paling tepat untuk kasus tersebut?
    A. Terapi hormon pengganti untuk mengu rangi gejala menopause
    B. Perubahan hormonal selama masa peri- menopause
    C. Diet tinggi kalsium untuk mencegah osteoporosis
    D. Olahraga teratur untuk memperkuat tulang
    E. Pemakaian kontrasepsi hormonal
  46. Seorang perempuan umur 24 tahun dating ke BPM untuk menggunakan alat kontrasepsi. Hasil anamnesis: melahirkan 6 minggu yang lalu, anak 1, menyusui bayinya secara ekslusif, belum pernah melakukan hubungan seksual. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 110/80 mmHg, N 80x/menit, P 20x/menit S 36,70C, inspekulo panjang uterus 5cm
    Alat kontrasepsi apakah yang paling sesuai dengan kondisi ibu pada kasus tersebut?
    A. AKDR
    B. AKBK
    C. MOW
    D. Pil kombinasi
    E. Suntik kombinasi
  47. Bidan melakukan pendataan ke desa, didapatkan seorang perempuan umur 48 tahun mempunyai anak 3. Pada saat dilakukan pendataan ibu mengatakan menggunakan alat kontrasepsi susuk 6 batang. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80mmHg, N 80x/menit, P 24x/ menit S36,70C.
    Berapa lama efektivitas kontrasepsi pada kasus tersebut?
    A. 1 tahun
    B. 2 tahun
    C. 3 tahun
    D. 4 tahun
    E. 5 tahun
  48. Seorang perempuan usia 28 tahun sudah memiliki 2 orang anak. Datang ke klinik bersalin. Keluhan telah memakai pil kombinasi selama 1 tahun, sekarang mengalami bercak-bercak perdarahan diantara siklus haid haid. Dari hasil pemeriksaan TTV normal, muka berjerawat dan BB meningkat 5 kg
    Apakah masalah gangguan haid pada kasus di atas?
    A. Menoragia
    B. Metroragia
    C. Polimenorhea
    D. Oligomenorhea
    E. Hipermenorhoe
  49. Seorang perempuan berusia 26 tahun datang ke RB. Ia mengatakan melahirkan anak pertamanya 40 hari lali, belum pernah menggunakan kontrasepsi, hasil pemeriksaan terdapat migrain dan hipertensi. Apakah alat kontrasepsi yang cocok untuk perempuan pada kasus diatas ?
    A. Pil
    B. Suntik
    C. AKDR
    D. AKBK
    E. Kondom
  50. Seorang perempuan usia 35 tahun dating ke polindes, ingin menggunakan alat kontrasepsi AKBK. Sebelumnya pernah menggunakan AKDR namun 2x lepas sendiri dan metode MAL selama ASI eksklusif.
    Apakah intervensi yang akan anda lakukan dari kasus di atas?
    A. KIE tentang alkon, berikan alkon sesuai pilihan.
    B. KIE tentang alkon, berikan alkon, dokumentasikan kegiatan
    C. KIE tantang alkon dan efek, berikan inform choice, lakukan pemeriksaan fisik, berikan alkon sesuai pilihan
    D. KIE tentang alkon, lakukan pemeriksaan fisik, beritahu hasil pemeriksaan, berikan alkon sesuai pilihan.
    E. KIE tentang alkon dan efek, berikan inform choice, berikan inform consent, lakukan pemeriksaan fisik, beritahu hasil pemeriksaan, berikan alkon sesuai pilihan.
  51. Seorang perempuan usia 26 tahun datang ke BPM, Perempuan tersebut telah melahirkan 6 bulan lalu, ingin memakai alat kontrasepsi dan sedang menyusui ASI eksklusif. Hasil pemeriksaaan TD 120/70mmhg, planotest (-).
    Apakah tindakan yang paling utama dilakukan bidan pada perempuan tersebut?
    A. Pemeriksaan fisik pada klien
    B. Pemberian alat kontrasepsi KB pada klien
    C. Melakukan konseling KB pada klien
    D. Memberikan informed choice pada klien
    E. Memberikan inform consent pada klien
  52. Seorang perempuan usia 29 tahun datang ke BPM ingin ber KB, anak pertamanya berusia 5 bulan dan ibu masih menyusui. Hasil pemeriksaan ibu perokok berat, haid tidak teratur, tensi 120/90 mmhg, RR 20X/Menit, Nadi 8o x/menit.
    Dari kasus di atas, apakah alakon yang tidak boleh di pakai?
    A. MAL
    B. Suhu basal
    C. Sistem kalender
    D. Suntikan progestin
    E. Suntikan kombinasi
  53. Seorang perempuan usia 26 th datang ke puskesmas. P1A0 Akseptor KB AKDK sejak 10 bulan yang lalu mengeluh selama 3 bulan mengeluarkan darah bercak hitam dari jalan lahir. TD 120/ 80 mmHg, nadi 80x/ menit.
    Dari kasus di atas apa yang sedang terjadi pada prempuan tersebut?
    A. Spotting
    B. Menoragia
    C. Metroragia
    D. Polimenorea
    E. Menometroragia
  54. Seorang perempuan usia 24 tahun datang ke BPM, usia anak terakhir 6 bulan dan menyusui, ibu ingin memakai KB pil, saat ini sedang menstruasi hari ke-5. Hasil pemeriksaan T : 120/90 mmHg N 80x/m P ; 20 x/menit, S : 36° C, vulva vagina nampak keluar darah mens warna kecoklatan.
    Informasi waktu yang tepat untuk memulai penggunaan pil tersebut adalah ?
    A. Kapan saja
    B. Setelah menstruasi
    C. Hari ke 1-5 siklus haid
    D. Hari ke 8 – 10 siklus haid
    E. Ketika ingin berhubungan
  55. Seorang laki – laki sedang di RS, merupakan akseptor KB vasektomi 2 jam yang lalu, sebelum pulang ke rumah pasien diberikan KIE
    Nasihat yang tepat mengenai keefektivitasan alat kontrasepsi tersebut adalah ?
    A. Segera efektif
    B. Setelah 5 kali ejakulasi
    C. Setelah 10 kali ejakulasi
    D. Menggunakan kondom dahulu selama 3 hari
    E. Menggunakan kondom dahulu selama 7 hari
  56. Seorang perempuan berumur 46 tahun, sudah memiliki 4 orang anak datang ke BPM dan mengatakan ingin mengikuti kontrasepsi. TD = 125/80 mmHg, BB = 60 Kg, TB = 157 cm dan tidak ada riwayat keputihan.
    Apakah metode kontrasepsi yang tepat untuk ibu tersebut ?
    A. Metode Operatif Wanita (MOW)
    B. Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK)
    C. Pil Kombinasi.
    D. Pil Progestin only.
    E. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR
  57. Seorang perempuan berusia 17 tahun, baru menikah satu bulan yang lalu, datang ke BPM bersama suaminya bermaksud menunda kehamilan selama 6 bulan dengan mengikuti KB. Saat ini ibu sedang haid hari ke 4.Hasil pemeriksaan didapatkan TD = 110/80 mmHg, BB = 56 Kg.
    Apa konseling awal yang diberikan bidan pada kasus tersebut ?
    A. Cara kerja alat kontrasepsi
    B. Pemasangan alat kontrasepsi
    C. Efek samping alat kontrasepsi
    D. Macam-macam alat kontrasepsi
    E. Lama menggunakan alat kontrasepsi
  58. Seorang perempuan berumur 30 tahun, mempunyai seorang anak datang ke polindes untuk mendapatkan pelayanan Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK), dari anamnesis perempuan tersebut masih ingin punya anak lagi, riwayat haid lancar.
    Apakah kontraindikasi pemasangan alat kontrasepsi tersebut ?
    A. Hipotensi
    B. Dismenorhea
    C. Anemia ringan
    D. Tekanan darah 130/80 mmHg
    E. Infeksi kulit di daerah pemasangan
  59. Seorang perempuan berusia 30 tahun, post partum anak kedua 1 bulan yang lalu. Datang ke BPM bersama suaminya bermaksud mengikuti KB. Hasil pemeriksaan didapatkan varices pada tungkai, TD 160/100 mmHg, dan memiliki riwayat stroke. Karena ibu ingin memberikan ASI eksklusif, maka ibu memilih menggunakan kontrasepsi IUD.
    Apa efek samping yang mungkin timbul pada kasus tersebut ?
    A. Mual/muntah
    B. Timbul jerawat
    C. Penurunan berat badan
    D. Peningkatan berat badan
    E. Haid lebih lama dan banyak
  60. Seorang perempuan berumur 25 tahun datang ke bidan untuk memeriksakan AKDR nya. Ia mengeluh sejak 2 bulan yang lalu tidak mengalami menstruasi. Hasil pemeriksaan TTV dalam batas normal. Tes HCG positif.
    Diagnosa yang dapat ditegakkan pada kasus tersebut adalah
    A. Akseptor AKDR dengan keputihan
    B. Akseptor AKDR dengan kehamilan insitu
    C. Akseptor AKDR dengan amenorea
    D. Akseptor AKDR dengan benang yang hilang
    E. Akseptor AKDR dengan kehamilan ektopik

Jawaban serta pembahasan soal uji kompetensi di atas, bisa anda lihat pada halaman selanjutnya:

Komentar