oleh

Sosok Perempuan Hebat Berkepribadian Unik, Sederhana, Nyentrik: TRI RISMAHARINI

Siapa yang tak kenal dengan Tri Rismaharini atau yang akrab dipanggil Bu Risma, sosok perempuan hebat memiliki karakter dan kepribadian yang unik, sederhana dan nyentrik dalam menjalankan perannya. Maka tak heran jika rakyat Indonesia terkagum-kagum dengannya. Bukan berlebihan jika Risma di ibaratkan sebagai Ratu Bilqis masa kini.

Risma Sosok Perempuan Hebat

Di bawah kepemimpinan sosok perempuan hebat ini, kini Surabaya menjelma menjadi kota yang lebih besar dan hebat. Ia tak segan untuk turun tangan langsung menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di lapangan dan mengeceknya dengan detail, satu sikap yang saat ini sangat jarang dilakukan oleh kebanyakan pemimpin di Indonesia ini. Beberapa kebijakannya yang fenomenal tak jarang mendatangkan tentangan dari berbagai pihak, namun ia berprinsip, selama apa yang ia lakukan berada di jalan yang benar dan pro terhadap rakyat, maka ia akan terus maju.

Risma lahir di Kediri pada 20 november 1961.ia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Ayahnya bernama M.Chuzaini sedang ibunya Siti Mudjiatun. Ia banyak belajar tentang kehidupan dari kedua orang tuanya tersebut. Ayahnya memiliki karakter yang sangat keras dan berdisiplin tinggi. sebaliknya, sang ibu memiliki berkepribadian lembut. Risma dikenal sebagai sosok yang cerdas, bahkan hal itu sudah terlihat ia masih kecil. Ia juga di nilai oleh banyak kalangan sebagai seorang pemimpin yang lugu, tulus dan jujur. Ia tidak silau dengan harta, hingga tidak dapat di tembus oleh uang-uang suapan. Luar biasa bukan sosok perempuan hebat yang satu ini?

Risma Berkepribadian Unik dan Sederhana

Dalam setiap agenda blusukannya, Risma tak  pernah mengajak awak media untuk mempublikasikan kegiatannya. justru, bila ada para wartawan yang mengikuti agenda blusukannya, ia sangat rishi karena pada saat itulah, kesempatan risma untuk benar-benar memikirkan solusi bagi permasalahan rakyatnya, bukan malah terganggu oleh pertanyaan dan sorot kamera media. Bahkan, mungkin masih terngiang dalam ingatan kita, ia pernah memiliki masalah dengan insan jurnalis.

Risma adalah sosok seorang wanita sederhana yang tidak suka berdandan menor sebagaimana yang terkadang ditampilkan oleh para eksekutif wanita di negara ini. Peneliti politik senior dari lembaga ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI). Siti Zuhro, menyatakan “Bu Risma itu luar biasa, seorang perempuan yang bersahaja tak memperhatikan fashion, tanpa basa-basi sangat sederhana. Meskipun demikian, perilaku risma selama menjabat sebagai wali kota Surabaya telah memancarkan aura tersendiri. Inner beauty terlihat jelas darinya.

Risma Sosok Nyentrik Tak Kenal Kompromi

Risma dikenal sebagai seorang pemimpin yang tidak mengenal kompromi dan sosok yang nyentrik. Ia tak segan-segan marah meski di sorot media televisi. Risma mengakui pengalamannya memimpin itu lebih di oleh semangat pengabdian dan perasaan “halus” seorang wanita. Ia terbiasa berangkat kerja pada pukul 05.30 pagi, namun tidak langsung menuju kantornya, melainkan keliling kota terlebih dahulu. Dalam perjalanannya risma selalu menemukan sesuatu di jalan. Risma juga menuturkan, saya akan merasa puas dan senang kalau pekerjaan bisa berjalan baik, itu yang membuat saya bersemangat.

Pada awal-awal menjabat sebagai Walikota, 20 kiai telah mendatangi Risma meminta agar lokalisasi yang ada di Surabaya di tutup. Hingga pada suatu ketika, ia mendapatkan informasi semakin banyak trafficking yang korbannya adalah anak-anak yang masih berusia sekolahan. Berdasarkan fakta-fakta yang perempuan hebat ini temukan di lapangan, utamanya di lokalisasi, ia pun memutuskan untuk menutup lokalisasi-lokalisasi di Surabaya. Tekadnya sudah bulat, ia tidak ingin generasi masa depan bangsa ini menjadi rusak akibat adanya lokalisasi. Risma tidak main-main. Ia terus melakukan koordinasi dan menjalin komunikasi dengan pihak pemerintah kota serta beberapa lembaga lain untuk dapat segera menutup lokalisasi yang ada di Surabaya.

Risma Resmi Menjabat Sebagai Menteri Sosial RI

Ibu Risma, Walikota Surabaya yang menjabat dua periode kini di tunjuk menjadi Menteri Sosial menggantikan Juliari Batubara yang tersandung kasus korupsi bantuan sosial. Pengamat politik menyebut Risma merupakan sosok yang layak menempati jabatan ini.

“Orang tua saya suka menolong orang, dan itu implikasinya ke saya. Jadi panjenengan (kalian) nggak usah khawatir,” tuturnya.

Meski sudah resmi di lantik sebagai Menteri Sosial. Tri Rismaharini mengakui sampai saat ini, ia masih tidak menyangka sudah menduduki posisi Menteri Sosial di Kabinet Indonesia Maju.

“Saya juga masih kaget-kaget sopo iku Mensos (siapa itu Mensos). Dalam pikiran saya, saya masih Walikota Surabaya,” ujarnya usai melakukan serah terima jabatan dengan Mensos Ad Interim Muhadjir Effendy di Kemensos, Rabu (23/12/2020).

Dalam pidatonya, Risma bercerita bagaimana pesan orang tuanya yang telah membesarkan dia untuk menjadi orang yang menolong sesama. Oleh karena itu, Risma mengakui saat ia menerima untuk menjadi Mensos. Risma berniat untuk membantu masyarakat.

“Orang tua saya suka menolong orang, dan itu implikasinya ke saya. Jadi panjenengan (kalian) nggak usah khawatir,” tuturnya. (HM)

Komentar

Berita Terkait