oleh

Sosok Yahya Waloni, Pernah Jadi DPRD Hingga Ditangkap Polisi

MataMataDot.com || Jakarta – Mengenal Sosok kontroversi yakni Yahya Waloni, pria kelahiran Manado, pada tanggal 30 November 1970. Publik mengenal sosok Yahya Waloni sebagai seorang penceramah yang kerap menyinggung keyakinan agama lain.

Sebelum menganut agama Islam, Yahya Waloni merupakan penganut agama Kristen dan keluarganya termasuk keluarga Kristen yang taat.

Pria berdarah Minahasa ini pernah menjadi anggota DPRD di salah satu kabupaten di Sulawesi Utara.

Pada tahun 2006, nama Waloni tercatat pernah menjadi dosen di Universitas Balikpapan.

Sebelumnya, bahkan Waloni pernah menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Theologia Calvinis di Sorong pada2000-2004.

Lalu, Waloni memutuskan untuk menjadi seorang pendeta yang terdaftar di Badan Pengelola Am Sinode GKI di Papua untuk wilayah VI Sorong-Kaimana.

Pada 11 Oktober 2006, Waloni dan istrinya memutuskan pindah agama ke Islam. Waloni dan istri resmi menjadi seorang mualaf usai mengucapkan dua kalimat syahadat.

Setelah, berpindah agama, Waloni merubah namanya menjadi Muhammad Yahya, sekarang publik lebih mengenalnya Yahya Waloni.

Sedangkan, Istrinya juga mengganti namanya dari Lusiana menjadi Mutmainnah.

Yahya Waloni Tersangka Atas Dugaan Ujaran Kebencian

Pihak Kepolisian menangkap Yahya Waloni di rumahnya daerah Cibubur, Jakarta Timur, pada Kamis (26/8/2021).

Polisi menangkap Yahya Waloni atas dugaan ujaran kebencian yang ia lontarkan saat ceramah, sehingga menyinggung keyakinan agama lain.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, membenarkan kabar penangkapan Yahya Waloni.

“Iya benar (Kita tangkap Yahya Waloni),” kata Rusdi, pada Jumat (27/8/2021).

Lebih lanjut, Brigjen Rusdi juga menerangkan alasan penangkapan Yahya Walonis atas dugaan kasus ujaran kebencian yang menyinggung Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA). “Terkait ujaran kebencian berdasarkan SARA.” terangnya.

Penangkapan Yahya Waloni merupakan tindak lanjut atas laporan Komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme ke Bareskrim Polri.

Laporan tersebut terdaftar dengan Nomor: LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM tertanggal Selasa, 27 April 2021.

Bersamaan dengan itu, Christian menyatakan pihaknya juga melaporkan pemilik akun YouTube Tri Datu yang menjadi media Yahya Waloni menyampaikan ceramahnya tersebut.

Dalam pelaporan tersebut, Yahya Waloni terancam melanggar Undang-undang nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Selain itu, Waloni juga melanggar Pasal 45A jo Pasal 28 ayat (1) dan atau Pasal 156a KUHP. [Dot]

Komentar

Berita Terkait