Tak Ada Perwakilan dari Warga, Dugaan Kasus Asusila Kades Bakalanpule belum selesai

Dugaan Kasus Asusila di Lamongan | Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Tikung yang terdiri dari Camat, Danramil, Kapolsek serta Kades Bakalanpule beserta perangkatnya juga ketua BPD dan pengacara kedua pihak (Kades Sukisno dan pelapor) dengan mengundang Bandi, tokoh pemuda Bakalanpule.

Kemarin hari Jumat pagi 11 Nopember 2022, camat mengadakan pertemuan untuk membahas demo masyarakat yang dilakukan sampai dua kali, dugaan perbuatan Asusila Sukisno Kades Bakalanpule dengan warganya.

Dari pertemuan yang dimediasikan oleh camat Tikung dengan harapan agar tidak ada gejolak di masyarakat, khususnya warga Desa Bakalanpule dan masalah yang terjadi dugaan Asusila antara kades Bakalanpule dan warga dianggap Camat Aripin clear atau selesai.

Perlu Di ingat bahwa kasus dugaan perbuatan Asusila ini bermula dari cerita warga Bakalanpule dengan nama Ita bersuamikan BKR (inisial)

Dilanjutkan dari cerita BKR kepada JR(inisial) orangtuanya, bahwa BKR melihat Chattingan WA antara IT (inisial) dan Sukisno Kades Bakalanpule. Kemudian BKR menanyakan tentang kebenaran Chattingan tersebut kepada IT istrinya dan juga apa yang sudah mereka berdua lakukan selama ini.

Kemudian jawaban IT membenarkan isi WA tersebut dan juga melakukan ciuman dengan Sukisno Kades Bakalanpule di ruang kerja kades. Dari cerita istrinya membuat (BKR) sampai sakit hingga berobat ke puskesmas memikirkan istrinya, kok sampai tega melakukan perbuatan itu.

Mendengar cerita BKR kepada JR orangtuanya, sehingga membuat JR marah dan menceritakan kepada Swn (inisial) yang kemudian mengajak Kardi warga Bakalanpule mengadukan perbuatan dugaan Asusila Kades Bakalanpule kepada Camat Tikung.

Ketika media konfirmasi ke Bandi berkaitan pertemuan kemarin di kecamatan tikung, Bandi yang merasa dikait kaitkan permasalahan di atas tidak merasa diundang oleh camat sebab kedatangannya justeru di hubungi oleh anggota Polsek tikung, kemudian Bandi menanyakan langsung kepada Slamet Aripin camat Tikung.

” Saya juga tidak tau kalau diundang, lha saya dikasih tau sama teman Polsek kemudian saya tanya ke Pak camat acara pertemuannya jam berapa,” tegasnya.

Bandi menyayangkan pertemuan ini tidak dihadiri warga, khususnya perwakilan dari pendemo yaitu pak Kardi dan beberapa temannya.


” Saya menyayangkan pertemuan ini tidak dihadiri masyarakat atau perwakilannya, dan saya tidak mau mewakili karena saya dianggap rival Pilkades lalu dan bukan perwakilan masyarakat. “

Ini semua berawal dari IT, BKR dan keluarganya yang pertama kali membuat pengakuan Asusila Kades Sukisno sehingga Bandi (rival Pilkades) dan masyarakat sekarang merasa dirugikan apalagi mereka sudah membuat kesepakatan bahwa tidak terjadi apa-apa, lalu kalau tidak terjadi apa-apa kenapa kok sampai lapor ke Pak camat.

“Saya sendiri sangat di rugikan secara moral Karena masyarakat atau orang lain menganggap bahwa itu akibat kekalahan Pilkades lalu, padahal saya dan Pak Kades tidak ada masalah, inikan gara-gara Pak JR lapor ke Pak camat mengenai pengakuan IT istrinya BKR bahwa IT (menantunya) melakukan ciuman dengan Sukisno Kades Bakalanpule di ruang balaidesa.” Jelas Bandi lagi.

Sepertinya dugaan kasus asusila ini belum berakhir sebab yang dianggap perwakilan masyarakat yang demo sebelumnya tidak hadir pada pertemuan hari ini.

“Saya tidak tahu, karena pertemuan tadi tidak ada tandatangan perwakilan dari masyarakat, dan tadi Pak Kardi belum bisa menjawab karena semuanya akan di serahkan kembali ke warga Bakalanpule.” Kata Bandi mengakhiri.

Menurut keterangan bandi secara pribadi agar masalah ini bisa cepat selesai dan berakhir, biar dikantor desa Bakalanpule bisa memberikan pelayanan masyarakat seperti semula,

Kardi sendiri mendapat info pertemuan di kecamatan tikung dari Bandi, sehingga dia tidak banyak berkomentar ketika awak media bertanya. Kardi sebagai saksi pelapor hanya ingin masalah ini di bawa ke kabupaten (demo) atau kalau berani diadakan “Sumpah Pocong” kedua belah pihak agar kejelasan dugaan kasus asusila bisa segera selesai. (***)

Komentar