oleh

Temukan Bukti Percakapan, Polisi Resmi Tahan Bos PT ASA

MataMataDot.com || JakartaPolisi selama dua pekan lebih telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, setelah menemukan bukti percakapan antara kedua Bos (Komisaris Utama dan Direktur) PT ASA dengan pegawainya. Kini, Polisi resmi menahan tersangka atas dugaan penimbunan obat terapi Covid-19.

“Kita sudah melakukan penahanan kepada yang bersangkutan.” kata Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKP Niko Purba, kepada media, Kamis (5/8/2021).

Niko mengungkapkan, bahwa pihak Polisi telah memeriksa S selama 7 jam. Pihak penyidik melontarkan 71 pertanyaan kepada tersangka, proses pemeriksaan berlangsung sejak pukul 10.00 – 17.00 WIB.

Sementara itu, pihak Polisi tidak menahan tersangka kedua yaitu YP (58 Th) Direktur PT ASA. Alasannya, YP mengalami gangguan kesehatan.

Kilas Balik Peristiwa

Sebelumnya, aparat Polres Metro Jakarta Barat mendapatkan 730 boks atau 14.600 tablet obat terapi Covid-19 jenis azithromycin dalam sebuah gudang di Jalan Peta Barat Ruko Peta Barat Indah III Blok C Nomor 8, Kalideres, Jakarta Barat, pada Senin (12/7/2021) lalu. Adanya dugaan pemilik PT ASA telah melakukan penimbunan obat di gudang Kalideres Jakarta Barat.

Selanjutnya, pihak Kepolisian melakukan penyelidikan selama dua pekan lebih dengan memeriksa beberapa saksi. Alhasil, penyidik menemukan bukti percakapan kedua Bos PT ASA yang memerintahkan pegawainya supaya tak mengedarkan obat azithromycin itu. Tujuannya untuk menaikkan harga jual ketika kelangkaan terjadi. Akhirnya, pihak penyidik menetapkan Komisaris Utama dan Direktur PT ASA sebagai tersangka.

Atas perbuatannya, kedua pelaku terancam pasal berlapis. Di antaranya pasal 107 Jo pasal 29 ayat 1 UU RI No 7 tahun 2014 tentang perdagangan, Pasal 62 ayat 1 Jo pasal 10 UURI No 8. tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan pasal 14 Jo pasal 5 ayat 1 UURI No.4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan hukuman penjara 5 tahun. [Dot]



Komentar

Berita Terkait