Ternyata Menggunakan KA Boleh pada Mudik Lebaran 2021, Asalkan…..

matamatadot.com || JakartaPemerintah secara resmi melarang masyarakat untuk Mudik Lebaran 2021 dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid 19. Pasalnya, Pemerintah telah mengkaji dan menganalisa setiap ada liburan panjang terjadi lonjakan angka Covid 19 di Tahun lalu. Sehingga Pemerintah untuk sementara menghimbau masyarakat agar menunda Mudik Lebaran 2021.

Berita terkini dilansir dari ppid.kai.id, ternyata masyarakat boleh melakukan mudik lebaran 2021 menggunakan perjalanan Kereta Api (KA) asalkan memenuhi persyaratan yang di tetapkan oleh pemerintah. Berikut ini adalah persyaratannya. Simak penjelasannya di bawah ini.

Kepentingan Non Mudik

Masyarakat yang di bolehkan menggunakan Kereta Api adalah pelaku perjalanan kedekatan untuk kepentingan non mudik yaitu untuk bekerja / perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang di dampingi oleh 1 (satu) anggota keluarga, dan kepentingan non mudik tertentu lainnya dengan melengkapi surat keterangan dari Kepala Desa / Lurah setempat.

Syarat Boleh Mudik Lebaran 2021

Bagi pegawai instansi pemerintahan / ASN / BUMN / BUMD / prajurit TNI / anggota Polri. Syaratnya adalah wajib memiliki surat izin perjalanan tertulis dengan melengkapi tanda tangan basah atau elektronik pejabat setingkat Eselon II, serta identitas diri calon pelaku perjalanan.

Adapun bagi pegawai swasta, wajib melampirkan dokumen cetak surat izin perjalanan tertulis dengan melengkapi tanda tangan basah atau elektronik dari pimpinan perusahaan. Sedangkan bagi pekerja sektor informal dan masyarakat umum nonpekerja. Wajib melampirkan cetakan surat izin perjalanan tertulis yang di lengkapi tanda tangan basah atau elektronik dari Kepala Desa / Lurah setempat.

Petugas akan melakukan pengungkit berkas-berkas persyaratan saat boarding di stasiun. Jika calon penumpang yang berkasnya tidak lengkap atau tidak sesuai, maka penumpang yang tidak tertarik untuk naik kereta api dan tiket akan batal.

Tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen atau GeNose C19

Persyaratan surat izin perjalanan tertulis. Para pelaku perjalanan dengan kepentingan kedekatan untuk kepentingan non-mudik. Juga, tetap harus menunjukkan hasil negatif RT-PCR atau Rapid Test Antigen atau pemeriksaan GeNose C19. Pengambilan sampelnya dalam kurun waktu maksimal 24 jam sebelum jadwal perkiraan KA.

KAI mengoperasikan 19 KA Jarak Jauh untuk melayani pelaku perjalanan dengan kepentingan kepentingan non mudik. Tiket KA tersebut di jual melalui aplikasi KAI Akses, web KAI, aplikasi mitra resmi KAI. Dan khusus pembelian tiket di loket stasiun melayani penjualan langsung 3 jam sebelum penjualan.

Untuk perjalanan KA Lokal. Terdapat 16 KA yang beroperasi sehingga dapat di lakukan jam operasional yaitu dari stasiun awal maksimal pukul 20.00. (**)

Komentar