oleh

Tidak Taat Prokes Kober Mie Setan Lamongan, Kena Teguran Keras Polisi

matamatadot.com || Lamongan – Tidak Taat Prokes Kober Mie Setan Lamongan, Kena Teguran Keras Polisi. Dalam rangka antisipasi penyebaran Covid 19 di Wilayah Kabupaten Lamongan. Tim gabungan memberi peringatan keras bagi para pelaku usaha. Seperti, pengelola, penyelenggara atau pemilik cafe, restoran, warung, dan rumah makan yang tidak taat protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi covid 19.

Tidak Taat Prokes Kober Mie Setan Lamongan

Terbukti, Sore itu pada Minggu (16/5/2021), Tim gabungan yang terdiri dari Polres Lamongan, Kodim 0812 Lamongan dan Sat Pol PP melaksanakan Operasi Yustisi di wilayah Lamongan. Dan petugas masih menemukan tempat makan yang tidak taat prokes sesuai himbauan pemerintah. Contoh kali ini, petugas memberikan sanksi teguran keras hari itu bagi tempat makan Kober Mie Setan Lamongan.

Sanksi tersebut akan di berlakukan dengan penindakan tegas dan humanis kepada masyarakat yang melanggar prokes sesuai Perbup No 42 Tahun 2020 yaitu pembubaran atau sanksi sosial.

“Jika ditemukan masih membandel tidak menerapkan prokes maka akan di kenakan sanksi pemberhentian sementara kegiatan usaha sampai adanya pencabutan izin dan pembubaran,” tegas Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana. Senin (17/05/2021).

AKBP Miko Indrayana menjelaskan, pihaknya bersama instansi terkait saling bersinergi untuk menegakkan prokes di Kota Lamongan. Miko berharap wabah Covid 19 tidak menyebarluas di wilayah Kabupaten Lamongan.

“Operasi yustisi sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19, khususnya di Lamongan,” imbuhnya.

Teguran Keras Bagi Yang Masih Bandel

Polres Lamongan bersama instansi terkait terus melakukan upaya pengendalian penyebaran Covid 19 dengan menggelar operasi yustisi di sejumlah pusat keramaian.

Pada pelaksanaan operasi tersebut petugas melakukan tegusran keras bagi masyarakat yang bandel. Sehingga harapannya selalu menerapkan protokol kesehatan seperti pemakaian masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Anggota juga mengimbau kepada masyarakat agar mengutamakan pola hidup sehat dengan disiplin menerapkan prokes. Bagi masyarakat tidak mematuhi prokes maka akan kita berikan sanksi berupa teguran lisan, sanksi sosial, dan sanksi denda,” pungkasnya. [Dot]

Komentar

Berita Terkait