oleh

Viral Oknum TNI Halangi Mobil Ambulance, Kini Jalani Proses Hukum.

MataMataDot.com || Jakarta – Update kasus Oknum TNI Halangi Mobil Ambulance yang sempat viral di Media Sosial. Demi membangun profesional TNI AD yang berintegritas dan taat hukum perundangan-undangan yang berlaku. Oknum TNI yang menghalangi Mobil Ambulance, kini menjalani Proses Hukum.

Mengutip dari laman resmi tniad.mil.id, seperti komitmen yang pernah disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Andika Perkasa, bahwa akan melakukan tindakan tegas terhadap oknum prajurit yang melakukan pelanggaran.

Tindakan tegas tersebut dalam rangka membangun profesionalisme TNI AD yang berintengitas, serta taat terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hal tersebut terbukti dengan adanya tindakan proses hukum terhadap oknum prajurit, atas nama Praka AMT yang dengan sengaja menghalangi laju ambulance saat membawa pasien di daerah Otista Raya, Jakarta Timur, pada Jumat (13/8) lalu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Praka AMT mulai Sabtu (14/8) menjalani proses pemeriksaan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Sebelumnya, viral Oknum TNI yang menghalangi dan menggebrak ambulance di Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur kini telah menjalani proses hukum.

Oknum TNI itu sempat menghalangi ambulance saat mengendarai sepeda motor pada Kamis (12/8/2021) lalu.

Viral Rekaman Video Oknum TNI VS Sopir Ambulance

Mulanya, Seorang sopir merekam aksi tidak terpuji oknum prajurit TNI yang mengendarai sepeda motor Honda Vario B 4681 TEI yang menghalangi lajunya. Rekaman video tersebar di media sosial hingga viral.

Menurut keterangan Gholib sopir ambulance, saat itu ia sedang membawa seorang pasien bayi dalam kondisi kritis. Hendak mendahului, Gholib pun menyalakan klakson, namun oknum TNI tersebut tidak memperdulikan dan masih menghalangi jalan.

Singkat cerita, tepat di pertigaan jalan Gholib tak sengaja menyenggol spion pengendara itu.

Tak terima karena tersenggol, pengendara motor yang belakangan diketahui sebagai Oknum TNI tersebut. Akhirnya, memotong jalan ambulance dan sempat menggebrak kaca mobil ambulance sebelah kanan.

Namun, Gholib tak menggubris memilih untuk diam sebab ia berpikir sedang membawa pasien bayi yang dalam kondisi kritis.

“Dia gebrak pintu kaca depan sebelah kanan dan memotong jalan saya.” ungkap Gholib

Lebih lanjut, Gholib menegaskan bahwa perseteruan itu sudah klarifikasi di Puskesmas Jatinegara, dan kita sepakat berdamai.

Namun begitu, untuk Oknum TNI tersebut tetap menjalani proses hukum sesuai undang-undang yang berlaku secara militer. [Dot]

Komentar

Berita Terkait