oleh

Waspada Modus Investasi Sistem Downline dan Robot Trading

matamatadot.com || Jakarta – Maraknya modus investasi sistem downline dan robot trading. Perkembangan dunia teknologi dan bisnis semakin lama semakin modern. Sebuah usaha atau bisnis memang akan terus berkembang dan bertumbuh dengan berbagai strategi yang juga semakin modern dan canggih.

Salah satu bentuk usaha untuk mencari penghasilan di zaman modern sekarang ini adalah bisnis MLM (Multi Level Marketing). MLM sendiri saat ini sudah banyak berkembang luas. Hal ini dibuktikan dengan banyak jenis MLM yang bisa dipilih seseorang.

Lalu, apa itu MLM? apa bisnis MLM itu sendiri? MLM adalah strategi pemasaran berjenjang atau berantai, di mana tenaga penjual (sales) tidak hanya mendapatkan kompensasi atas penjualan yang mereka hasilkan, tetapi juga atas hasil penjualan sales lain yang mereka rekrut. Dalam sistem penjualan piramida atau pemasaran jaringan ini, ada istilah anggota “up line” dan “downline“, yaitu orang-orang yang melakukan penjualan produk setelah sebelumnya berdasarkan urutan rekrutan atau pendaftaran. Dalam sistem ini Up-line mencari down-line sebanyak-banyaknya agar mendapatkan bonus atau penghasilan yang berlipat-lipat.

Modus Investasi Sistem Downline

Dan menghimbau masyarakat untuk mewaspadai modus investasi perdagangan berjangka komoditi dengan sistem downline.

Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan dan Penindakan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Kabiro P3 Bappebti) M. Syist mengatakan istilah downline serta bonus tidak dikenal dalam perdagangan berjangka sehingga legalitasnya dipertanyakan.

“Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di bidang perdagangan berjangka komoditi. Mengharapkan kepada masyarakat selalu melakukan pengecekan legalitas pialang berjangka dan kewajaran keuntungan yang di tawarkan. Dan juga mengharapkan masyarakat tidak tergiur dengan janji keuntungan di luar kewajaran serta mempelajari terlebih dahulu mengenai mekanisme transaksi, untung, dan ruginya,” Kata Kabiro P3 Bappebti, pada Rabu (19/5/2021).

Robot Trading

Lebih lanjut Kabiro P3 Bappebti juga mengimbau masyarakat supaya tidak mudah tergiur dengan penawaran investasi mata uang asing atau foreign exchage (forex) dengan dalih melakukan penjualan robot trading.

Hal ini sebab, Bappebti menemukan adanya penawaran buku elektonik atau e-book mengenai perdagangan berjangka berupa tutorial membuat robot trading dan produk perangkat lunak Expert Advisor (EA) yang di tawarkan kepada masyarakat melalui sistem penjualan langsung, di antaranya Smartxbot atau Smartx Net89.

Dan menemukan beberapa situs yang terdiri dari 117 domain situs web yang terkena blokir. Lalu, terdapat 33 domain situs web yang menawarkan investasi forex melalui penjualan perangkat lunak (software) trading forex Smartxbot atau Smartx Net89.

 Situs-situs tersebut menawarkan penghasilan pasif (passive income) dan menjanjikan keuntungan tanpa kerugian dalam trading forex. Meminta anggotanya membayar sejumlah dana sesuai dengan paket yang di tawarkan untuk membeli robot dan deposit dana ke pialang berjangka luar negeri. Kemudian robot tersebut akan bekerja secara otomatis, tanpa perlu analisis dan open posisi secara langsung.

Menurut Wisnu, biasanya menawarkan robot-robot terdiri dari paket Starter, Trader, ProTrader, Executive Trader, Tycoon Trader, Supreme Trader, atau sejenisnya. Dalam kegiatan ini, para pelaku menyalahgunakan legalitas Surat Izin Usaha Perdagangan Penjualan Langsung (SIUPPL) yang di keluarkan Kementerian Perdagangan.

Para pelaku menawarkan berbagai janji dengan menggunakan robot yang menurutnya memiliki risiko mengalami kerugian. Sebab, menggandeng pialang berjangka luar negeri yang tidak memiliki izin usaha sebagai pialang berjangka dari Bappebti.

“Sebagai langkah pencegahan supaya masyarakat tidak mengalami kerugian di kemudian hari, maka Bappebti meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk melakukan pemblokiran terhadap situs-situs web tersebut,” jelas dia.

Komentar

Berita Terkait